Bawaslu Diminta Perhatikan DPT Pemilu

0
82
Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang Muhamad Zaini, Anggota Bawaslu Kepri Idris, Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja dan Ketua Bawaslu Kepri Muhammad Sjahri. F-istimewa

Bawaslu Tanjungpinang diminta memperhatikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Itulah salah satu pesan Bawaslu RI saat mengevaluasi pelaksanaan pengawasan Pilkada Serentak tahun 2018, dan Menyongsong Pemilu tahun 2019, di Manado, kemarin.

TANJUNGPINANG – Bawaslu Kota Tanjungpinang Hadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar Bawaslu RI di “Bumi Nyiur Melambai” Kota Manado Sulawesi Utara. Rakornas ini digelar di Swiss Bell Hotel, mulai 7-9 September, lalu.

”Rakornas ini dihadiri oleh Bawaslu Se-Indonesia, yang telah menyelenggarakan PIlkada di 171 daerah tingkat Provinsi, kabupaten/kota, dan kami hadir bersama Bawaslu Kepri”, ujar Muhamad Zaini, Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, kemarin

Zaini menjelaskan bahwa Rakornas ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan selama Pilkada 2018, untuk mengukur tingkat kemampuan kinerja Bawaslu, serta guna mendapatkan masukan dari stakeholder dan berbagai lembaga negara.

”Sehingga menjadi motivasi, antisipasi,strategi dan penguatan jajaran kelembagaan Bawaslu daerah dalam menghadapi Pemilu 2019,” Kata Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, M Zaini yang juga Kordiv Pencegahan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga.

Menurutnya, secara umum, ia bersyukur, pilkada 2108 Kota Tanjungpinang berlangsung relatif aman, damai,lancar, tidak ada pemilihan ulang, berkat dukungan semua pihak. Kami telah membuat laporan hasil pengawasan Pilkada dalam sebuah kompilasi, yang diserahkan ke Bawaslu Kepri.

Lanjut Zaini, Rakornas ini juga sekaligus mengidenfikasi tantangan, permasalahan dan kerawanan menyongsong pemilu 2019. Diantaranya himbauan Bawaslu RI, untuk melakukan pencermatan dan penyempurnaan kembali terhadap DPT (Daftar Pemilih Tetap), agar tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari.

Termasuk Bawaslu Tanjungpinang melakukan pencermatan DPT, sudah berkoordinasi, untuk dilakukan penyempurnaan oleh KPU.

Ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan, Indonesia sudah 3 kali menggelar Pilkada serentak, tahun 2015, 2017 dan terakhir 2018.

”Secara umum Pilkada 2018 berhasil, aman dan damai, sebagian kepala daerah provinsi sudah dilantik,” ujar dia.

Namun, sambung dia masih juga menyisakan dua daerah yang belum selesai. Putusan Mahkamah Konsitusi menyisakan Kabupaten Sampang harus dilakukan pemungutan ulang di seluruh TPS.

Kemudian, di Kabupaten Timor Tengah Selatan, sesuai putusan MK harus melakukan perhitungan suara ulang. ”Evaluasi sangat penting terkait pelaksanan Pilkada 2018”, ujar dia.

Penting dievaluasi persoalan daftar pemilih tetap, MK memutuskannya pemungutan suara ulang.

“Ini kontekstual dihadapkan pada tahapan pemilu 2019, Penetapan DPT, masih ada masalah di DPT 2019. Tantangan kita memastikan tahapan awal DPT itu valid, jika tidak valid jadi persoalan, area pemungutan, logisitik dan sebagainya,” kata dia.

Evaluasi ini secara menyeluruh dari pertahapan pilkada sampai kampanye tahapan rekapitulasi dan sebagainya. Potensi pelanggaran di Pilkada akan diproyeksikan di Pemilu 2019 seperti apa kondisinya.

Bawaslu kata Abhan sejak awal merilis indeks kerawanan Pilkada 2018, dirujuk seluruh stakeholder, secara akademis. Ternyata presensinya akurat. Indeks kerawanan Pilkada dirilis Bawaslu mendekati kebenaran 99%.

Tahun ini dalam pelaksanaan pemilu 2019, Bawaslu menyiapkan indeks kerawanan. “Kita akan petakan, sebagai Early warning, data dan strategi pengawasan pemilu 2019,” ujar dia.

Di Pilkada 2018, dari jumlah kabupaten/kota cukup signifikan 171 daerah, DPT berjumlah151 juta pemilih. DPT Pemilu 2019, sebanyak 185 juta. “Artinya sangat signifikan, pilkada 2018 itu rasa Pemilu hampir 80 pemilih,” sebutnya

Evaluasi Bawaslu, adalah bagaimana, penanganan pelanggaran, pengawasan pelanggaran terjadi di Pilkada serentak dikomparasikan di 2019.

Acara dihadiri Ketua Bawaslu RI Abhan, Anggota Bawaslu RI, Dr. Ratna Dewi Pettalolo, Mohammad Afifuddin, Rahmat Bagja, Anggota DKPP Alfitra Salam, Anggota KPU RI Viryan, Anggota KPI RI Nuneng Rodiah, Dosen Fisip Universitas Sam Ratulangi Manado Feery Daud Liando, juga sebagai pembicara dalam Rakornas.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here