Bawaslu Harus Proses

0
258
Sarman
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tanjungpinang harus memproses laporan dugaan tindak pidana Pemilu yakni merusak APK. Jika tidak diproses, diperkirakan pada 17 April nanti, kasus laporan akan meningkat dibandingkan masa kampanye yang sedang berlangsung saat sekarang.

TANJUNGPINANG – Saat ini Bawaslu sudah menerima laporan dari pelbagai parpol terkait dengan kerusakan Alat Peraga Kampanye (APK) di Tanjungpinang Timur. Kamis, Jumat (21/2), calon legislatif (Caleg) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Tanjungpinang, Sarman membuat laporan Bawaslu Kota Tanjungpinang. Pasalnya, Sarman dirugikan APK miliknya yang terpajang di wilayah Tanjungpinang Timur tepatnya di Kampung Wonosari, dicabut oleh oknum tidak dikenal.

Sarman didampingi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Tanjungpinang Timur, Buyadi dan asisten pengacara Urip Santoso, datang ke Kantor Bawaslu Kota Tanjungpinang berada di Komplek Bintan Centre (Bincen) Tanjungpinang.

Sarman mengatakan, laporan yang disampaikan ke Bawaslu Kota Tanjungpinang, salah satu pembelajaran masyarakat serta caleg. Jadi, jangan membuat keributan pada pesta demokrasi 2019 ini.

”Namanya pesta itu harus gembira. Jangan dibuat gaduh,” kata Sarman kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (22/2).

Awal ceritanya, Sarman mendapat telepon masuk dari salah seorang masyarakat. Yang intinya, masyarakat tersebut memberitahu kepadanya bahwa APK miliknya telah dicabut dengan orang tidak dikenal.

Atas informasi yang diterimanya, Sarman langsung keluar dari rumah menuju ke lokasi pencabutan APK. Sesampai di lokasi sudah ramai. Ada masyarakat dan caleg termasuk Faizal M Kiat.

Saat itu, kata dia, Faizal M Kiat mengakui, bahwa oknum yang sudah mencabut APK milik caleg dari berbagai dari partai politik (Parpol) termasuk APK miliknya, adalah anak buahnya.

”Dan itu, beliau (Faizal M Kiat, red) juga mengakui di Kantor Bawaslu Kota Tanjungpinang pada malam itu juga,” ucap dia.

Menurutnya, sepertinya Bawaslu ingin mendamaikan atas kejadian ini. Tapi pihaknya minta Bawaslu Kota Tanjungpinang untuk menghadiri oknum yang telah mencabut APK miliknya.

”Salah satu komisioner Bawaslu Kota Tanjungpinang bilang, takut ramai sehingga tidak dihadirkan,” ucapnya.

Atas laporan tersebut, ia berharap, Bawaslu Kota Tanjungpinang melalui sentra Gakkumdu dapat segera memproses perkara dugaan pelanggaran pemilu, yaitu pencabutan APK miliknya.

Dalam kesempatan ini, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah membenarkan, bahwa ada caleg dari Partai Gerindra dilaporkan atas dugaan pencabutan APK milik caleg yang berasal dari berbagai partai politik (parpol).

”Kita tetap akan membantu kader yang ada masalah,” kata Endang Abdullah.

Kalau sudah menjadi ranah hukum, Endang katakan, dirinya menghargai proses hukum yang sedang berjalan. Karena pihak yang merasa dirugikan memiliki hak untuk mengadukan permasalahan tersebut. ”Kita juga punya hak untuk membela,” ucap dia.

Diharapkan, seluruh parpol yang merasa dirugikan oleh salah satu calegnya untuk duduk bareng. Sehingga jangan sampai terjadi lagi.

”Kami minta maaf. Mari kegiatan pesta demokrasi ini kita buat dengan damai dan sejuk,” sebut dia.

Kemudian, Divisi hukum penindakan pelanggaran dan penyelesaian sengketa Bawaslu Kota Tanjungpinang, Maryamah membenarkan, bahwa pihaknya telah menerima laporan masuk dari salah satu caleg PDIP Kota Tanjungpinang.

”Laporan dari caleg PDIP baru dilakukan kajian,” kata Maryamah.

Sebelumnya, pihaknya sudah menerima tiga laporan dari caleg dengan berbagai beda parpol. Ada caleg dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Demokrat, dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Pertama, kata dia, pihaknya merima dua laporan dari caleg Partai Hanura dan Partai Demokrat pada Jumat (15/2) malam. Selasa (19/2), pihaknya menerima laporan dari caleg Perindo. ”Tiga laporan sudah kita lakukan pembasahan. Nanti, akan kita panggil orang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi. Tapi, secara bertahap ya,” sebut dia.

Dari catatan Tanjungpinang Pos, pelangaran pidana pemilu sudah diproses Bawaslu dua kasus.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here