Bawaslu Kaji Laporan Mahasiswa

0
266
RAHMAT Dharma saat menyerahkan laporan kepada pihak Bawaslu Kota Tanjungpinang terkait adanya dugaan aktivitas kampanye seorang dosen di Kampus STIE Pembangunan, Jumat. f-istimewa/tanjungpinang pos

Kampus Harus Bebas dari Kampanye Pemilu

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tanjungpinang sedang mengakaji laporan dari mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang dugaan kampanye di kampus.

TANJUNGPINANG – Laporan resmi yang diberikan mahasiswa STIE Pembangunan Tanjungpinang di Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Tanjungpinang berada di komplek Bintan Center (Bincen) Tanjungpinang, Jumat (11/1), adalah adanya calon legislatif (caleg) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yakni inisial RMP yang diduga kampanye di kampusnya berada di Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.

Karena caleg yang memiliki nomor urut dua (2), RMP telah memperkenalkan diri sebagai dan sampai membagikan kartu nama kepada mashasiswa yang sedang ujian di kampus. Sehingga, aksinya disaksikan mahasiswa STIE Pembangunan.

Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhammad Zaini mengatakan, pihaknya terlebih dahulu melakukan kajian atas laporan yang diterimanya dari mahasiswa STIE Pembangunan Tanjungpinang. Apakah laporan yang disampaikan mahasiswa tersebut memenuhi syarat forwil dan materi atau tidak.

Kalau memenuhi syarat tersebut, maka laporan mahasiswa STIE Pembangunan Tanjungpinang akan dilakukan registrasi laporan di Bawaslu Kota Tanjungpinang. Setelah itu, baru masuk ketahap selanjutnya, yaitu penyelidikan.

“Tapi, kita selesaikan dulu kajian ini,” ucap Zaini kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (13/1).

Kata Zaini, pihaknya belum bisa memastikan berapa lama memakan waktu untuk melakukan kajian laporan tersebut.

”Semoga dalam waktu dekat, selesai. Nanti, kita akan kabarin ya,” singkat dia.

Rahmat Dharma, mahasiswa STIE Pembangunan itu mengatakan, bahwa laporannya kepada Bawaslu bukan untuk gagah-gagahan semata.

Ia melakukan itu, agar aturan tetap ditegakkan dan harus dipatuhi walaupun ia seorang dosen sekalipun.

Namun, ia juga menegaskan tidak anti dengan namanya politik. Hanya saja, laksanakan aktivitas politik sesuai tempatnya dan aturannya.

”Jika undang-undang sudah mengatur tidak boleh kampanye di kampus, maka hal itu harus dipatuhi. Kampus itu harus bersih dari kampanye pemilu atau politik. Dan calon yang bakal mewakili suara rakyat nantinya, harus yang betul-betul berkualitas bukan yang curang apalagi pembohong. Kita hanya inginkan caleg itu, benar-benar menjadi contoh bagi masyarakat,” terang Rahmat, setelah mengantarkan laporan ke Bawaslu, Jumat (11/1).

Aksi yang dilakukannya, turut mendapatkan dukungan dari beberapa mahasiswa kampus lainnya seperti Stisipol Raja Haji. (ANDRI-ADLY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here