Bawaslu Kepri Minta Rp49 M

0
96
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepri perlu anggaran sebesar Rp49 miliar. Anggaran tersebut bakal diperuntuhkan untuk melakukan pengawasan proses Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Kepri 2020 mendatang.

TANJUNGPINANG – ”Anggaran itu sudah kita lakukan revisi,” kata Said Abdullah Dahlawi, Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Organisasi Bawaslu Provinsi Kepri kepada Tanjungpinang Pos, Senin (8/7).

Dari Rp49 miliar, Said Abdullah Dahlawi mengatakan, anggaran terbesar di bagian komponen pembayaran honor untuk petugas pengawas selama proses Pilgub Provinsi Kepri 2020 mendatang.

Hanya saja, dia tidak ingat besaran anggaran untuk pembayaran honor petugas pengawas Pilgub 2020 mendatang, di saat ditanya oleh awak media ini.

”Saya tidak hafal satu per satu komponennya,” ucap dia.

Meskipun belum dilakukan pembahasan kedua bersama Bawaslu Provinsi kepri dengan Pemprov Kepri, diharapkan anggaran untuk pengawasan selama proses Pilgub Provinsi Kepri sebesar Rp49 miliaran, dipenuhi atau dikabulkan.

Sebelum dilakukan revisi menjadi Rp49 miliaran, Bawaslu Provinsi Kepri sudah pernah mengajukan anggaran pengawasan Pilgub Provinsi Kepri sebesar Rp72 miliar ke Pemprov Kepri.

Berjalan waktu, ada pembahasan terkait pengajuan anggaran pengawasan Pilgub Provinsi Kepri 2020 mendatang dari Bawaslu Provinsi Kepri.

Saat itu, Sekda Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah mewakili Pemrpov Kepri memimpin pembahasan pertama bersama Bawaslu Provinsi Kepri pada Juni 2019. Inti pembahasan tersebut, Pemprov Kepri minta Bawaslu Provinsi Kepri untuk melakukan revisi anggaran pengawasan tersebut.

Karena anggaran yang diajukan sudah masuk kebutuhan Bawaslu kabupaten/kota di wilayah Provinsi Kepri. Baik itu Bawaslu Kota Tanjungpinang, Bawaslu Kabupaten Bintan, Bawaslu Kota Batam, Bawaslu Kabupaten Karimun, Bawaslu Kabupaten Lingga, Bawaslu Kabupaten natuna dan Bawaslu Kabupaten Kepulauan Anambas.

”Jadi, kebutuhan Bawaslu dikembalikan ke kabupaten/kota masing-masing. Kita sudah kurangi dari Rp72 miliar menjadi Rp49 miliaran,” sebut dia. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here