Bawaslu Kepri Pantau Dua Metode Kampanye

0
112
Devisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Provinsi Kepri, Idris. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepri sedang fokus mengawasi dua metode kampanye yang dilakukan caleg. Alasannya, dua metode kampanye tersebut belum bisa dilakukan oleh para calon anggota DPRD kabupaten/kota dan Provinsi Kepri.

Dua metode kampanye yang menjadi fokus Bawaslu Provinsi Kepri, adalah rapat umum dan iklan di media cetak, elektronik sampai dengan online. Ini diatur di UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan PKPU Nomor 23 tahun 2018 tentang kampanye Pemilu.

Kalau di UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu terlihat di metode kampanye di pasal 275. Sedangkan di PKPU Nomor 23 tahun 2018 tentang kampanye Pemilu terlihat di metode dan jadwal di pasal 23.

”Boleh berkampanye di media massa. Tapi, tunggu tanggal 24 Maret sampai dengan berakhir 13 April 2019. Karena waktu yang diberikan 21 hari,” kata Devisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Provinsi Kepri, Idris kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (28/9).

Idris mengatakan, Bawaslu tidak akan segan-segan memberikan sanksi, apabila ditemukan pelanggaran ketentuan kampanye. Karena sudah jelas larangan kampanye telah diatur di UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu di pasal 280. Kemudian, sanksi yang bakal diterima oleh peserta Pemilu diatur di pasal 284 dan seterusnya.

Bawaslu, kata dia, akan mengkaji laporan yang masuk dari masyarakat. Apakah laporan yang disampaikan masyarakat termasuk dalam kategori pelanggaran atau tidak. ”Ini yang perlu kita kaji terlebih dahulu,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here