Bawaslu Kota Dinilai Penakut

0
193
Sukandar

Tanjungpinang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tanjungpinang dinilai takut, kurang tegas dan tidak berlaku adil saat menangani kasus dugaan pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 ini.

Kritikan pedas ini disampaikan langsung Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Tanjungpinang, Sukandar untuk Bawaslu Kota Tanjungpinang, Senin (6/5).

Selain itu, Bawaslu Kota Tanjungpinang dinilai masih tebang pilih untuk menangani kasus dugaan pelanggaran Pemilu Serentak 2019, yang sudah jelas terjadi di depan mata. Salah satunya kasus politik uang.

”Sudah jelas ketangkap tangan memberikan uang, tapi tidak diberikan sanksi. Ada apa Bawaslu Kota Tanjungpinang ini,” kata Sukandar kepada Tanjungpinang Pos, Senin (6/5).

Kalau memang, kata Anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari Fraksi PDIP ini, tidak berani mengusut tuntas kasus dugaan politik uang tersebut, lebih baik jangan menjabat sebagai komisioner Bawaslu Kota Tanjungpinang. Artinya, tiga komisioner Bawaslu Kota Tanjungpinang tidak mampu menjadi wasit di pesta demokrasi di Pemilu Serentak 2019 ini.

Kenapa, tegas dia, sudah jelas kejadiannya tertangkap tangan memberikan uang kepada masyarakat. ”Sekarang katanya proses. Tapi, sampai mana prosesnya. Kenapa hilang kabar itu,” tegas dia.

Bawaslu Kota Tanjungpinang, tegas dia lagi, tidak transfaran terhadap publik. Seakan-akan publik dinilai tidak tahu dan tidak mengerti terkait kasus dugaan politik uang yang sedang ditangani Bawaslu Kota Tanjungpinang.

”Hukum itu, jangan hanya tajam di bawah. Tapi, tumpul di atas. Jadi, perlakukan hukum itu seadil-adilnya,” harap dia.

Dalam kesempatan ini, Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Tanjungpinang, Maryamah menjawab pertanyaan yang dikirim oleh awak media ini melalui WhatsApp (WA) ”Sedang dalam proses penyelidikan”.

Lalu, dia menjawab kembali “9 Mei”. Dua jawaban singkat yang baru dibalasnya, dikarenakan baru aktif nomor ponsel milik Maryamah. Karena sebelumnya tidak bisa dihubungi oleh awak media ini.

Tidak aktif nomor handphone diikuti dua komisione Bawaslu Kota Tanjungpinang lainnya, yaitu Muhamad Zaini dan Novira Damayanti. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here