Bawaslu Sebut Ada Caleg Bagi-bagi Sembako

0
677
Muhammad Zaini

Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tanjungpinang telah mengungkapkan calon anggota DPRD Kota Tanjungpinang, yang bagi-bagi paket sembako kepada masyarakat di wilayah Dompak, Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Dari hasil investigas tersebut, Bawaslu Kota Tanjungpinang telah mengantongi nama calon anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari daerah pemilihan (Dapil) Bukit Bestari, yaitu VB. VB yang diusung dari Partai Politik (Parpol) nomor urut 1, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Karena ini diakui oleh bapak VB disaat dimintai keterangan sementara. Pada saat itu, VB sedang berada di luar negeri, yaitu Malaysia. Dan yang membagikan paket sembako itu memang bapaknya diketahui oleh VB,” kata Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhammad Zaini kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (28/11).

Informasi awal yang diterima Bawaslu Kota Tanjungpinang pada 15 November 2018. Inti informasi tersebut, bahwa ada pembagian sembako di daerah Dompak.

Baca Juga :  Lis Minta Doa untuk Melanjutkan Pembangunan

Lalu, keseko harinya 16 November 2018, Bawaslu Kota Tanjungpinang melakukan investigasi terkait laporan adanya dugaan pembagian paket sembako yang dilakukan oleh calon anggota DPRD Kota Tanjungpinang.

Ternyata, ada kantong plastik sembako berwarna putih terdapat nama salah satu calon Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Dapil 3 dengan inisial VB, dari partai nomor urut 1.

Sesuai dengan Perbawaslu Nomor 7 tahun 2018 tentang penanganan temuan dan laporan pelanggaran Pemilihan Umum di pasal 7 berbunyi, laporan dugaan pelanggaran Pemilu disampaikan kepada pengawas Pemilu paling lama 7 (tujuh) hari sejak diketahui terjadinya dugaan pelanggaran Pemilu.

Selama investigasi, Bawaslu dan Panwaslu Bukit Bestari telah melakukan memintai keterangan 5 orang pihak terkait.

Setelah melakukan investigasi pada 26 November 2018, kasus dugaan money politic yang ditangani oleh Bawaslu Kota Tanjungpinang di kawasan Dompak Kecamatan Bukit Bestari ditetapkan dalam rapat pleno komisioner Bawaslu menjadi temuan dugaan pelanggaran dan diregister dengan nomor 01/TM/PL/Kot/10.01/XI/2018.

Baca Juga :  KPU Dorong Warga Rekam KTP-el

Lalu, Bawaslu langsung melakukan pembahasan pertama dengan unsur Sentra Gakkumdu untuk meneliti pelanggaran yang sudah dilakukan oknum caleg ini. Selanjutnya, Bawaslu punya waktu 14 hari untuk menyelesaikan proses penanganan pelanggaran, dengan langkah melakukan kajian, pengumpulan data, melakukan pemanggilan klarifikasi kepada pihak terkait.

Selain itu, Bawaslu juga masih menelusuri informasi dugaan money politic beberapa oknum caleg parpol lain lain yang dilaporkan warga terindikasi juga melakukan kegiatan politik uang di beberapa tempat lainnya.

Dalam UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu pada pasal 523 ayat 1 bahwa setiap pelaksana, peserta dan tim kampanye yang terbukti melakukan dugaan pemberian uang atau materi lainnya (seperti sembako), terancam penjara 2 tahun, denda sebesar Rp24 juta. Sanksi hukumnya sudah jelas dalam UU Pemilu.

Baca Juga :  Polres Simulasi Pengamanan

Bahkan, dalam pasal 286 ayat 2, pelakunya bisa terancam sanksi administratif dengan pembatalan sebagai calon anggota DPRD.

”Insyaallah, hari Kamis tanggal 29 November 2018, unsur sentra gakkumdu akan melakukan olah TKP terlebih dahulu. Karena kita masuk ke tahapan penyelidikan dan klarifikasi kepada bersangkutan. Jadi, ini masih dalam proses penanganan Bawaslu Kota Tanjungpinang,” ucap dia.

Sebagai upaya pencegahan, Bawaslu Tanjungpinang, sebut Zaini, senantiasa mengingatkan kepada parpol dalam berbagai kesempatan dan kegiatan, bahkan secara adimistrasi telah menghimbau untuk mengingatkan caleg, agar bersama berkomitmen dalam menolak dan melawan politik uang.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here