Bawaslu Sebut Sidalih Tak Akurat

0
512
Bawaslu Provinsi Kepri sosalisasi hasil pengawasan tahapan pemilu tahun 2019 kepada awak media di Ibukota Provinsi Kepri di Hotel Aston Tanjungpinang.f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

Data Pemilih Ganda

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepri menilai situs maupun sidalih3.kpu.go.id tidak akurat. Karena masih banyak data ganda ditemukan. Mulai dari Daftar Pemilih Sementara (DPS), Daftar Pemilih Tetap (DPT) sampai dengan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Satu (DPTHP-1).

TANJUNGPINANG – “Kemungkinan bisa jadi nanti bakal ada DPTHP kedua,” kata Devisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Provinsi Kepri, Idris disela acara sosalisasi hasil pengawasan tahapan pemilu tahun 2019 di Hotel Aston Tanjungpinang, Rabu (3/10).

Karena saat ini, lanjut Idris, masih dalam proses DPTHP-1. Jika, sudah ditetapkan DPT secara nasional masih ditemukan data ganda maupun data anomali, maka akan dilakukan perbaikan kembali.

Baca Juga :  Nurdin Ajak PAN Bersinergi

Jumlah DPT menyangkut dengan logistik Pemilu tahun 2019 nanti. Karena jumlah logistik di pemilu tahun 2019 berbeda dengan pemilu sebelumnya.

Pemilu tahun 2019, masyarakat akan menyalurkan hak pilihnya di atas kertas sebanyak lima lembar. Karena ada pemilihan legislatif (pileg) yang terdiri dari pemilihan calon anggota DPRD kabupaten/ kota, DPRD Provinsi Kepri, DPR RI dan DPD RI. Lalu, pemilihan calon presiden dan wakil presiden.

”Oleh karena itu, kita sama-sama mencermati DPTHP-1. Agar ada penyempurnaan data pemilihan,” ucap dia.

Baca Juga :  PPP Dukung H Syahrul Jadi Balon Wako

Penyempurnaan data, katanya, tidak hanya dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta Bawaslu saja. Tetapi, peserta pemilu juga ikut mencermati data tersebut. Sehingga data yang diharapkan oleh semua pihak, terwujud dengan baik.

”Kita lihat sidalih inikan sering human error. Kemudian tidak akurat dan mutahir,” tegas dia.

Memang, katanya, KPU sudah mengeluarkan analisis data ganda sekitar 56.000 jiwa. Data ganda ini menjadi fokus serta pengawasan Bawaslu.

Ini tidak lepas juga kerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), seperti ditemukan data anomali sekitar 7.800 jiwa. Disdukcapil perlu kerja keras dalam menyempurnakan data tersebut.

Baca Juga :  Soerya Uji Kelayakan di DPP PKB

”Sehingga pada saat penetapan di tingkat nasional, yang akan berlangsung pada November 2018 nanti, tentu diharapkan sudah akurat. Artinya tidak ada lagi ditemukan data ganda dan anomali,” harap dia. (ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here