Bawaslu Simulasi Penindakan ASN Terlibat Pemilu

0
467
BAWASLU Kepri dan Bawaslu Bintan memberikan materi rakor, kepada Panwaslu kecamatan, di Hotel Comforta, Sabtu malam lalu.f-yendi/tanjungpinang pos

BINCEN – Seorang pejabat lurah Agus (bukan nama sungguhan) kedapatan menghadiri acara kampanye salah satu partai politik, dengan mengenakan pakaian dinas lengkap. Panwascam setempat yang hadir langsung mempersoalkan keberadaan ASN dalam kegiatan kampanye itu.

Kejadian tersebut merupakan simulasi penanganan pelanggaran tindak pidana Pemilu yang diberikan Bawaslu Bintan kepada jajaran Panwaslu kecamatan se-Bintan dalam rapat koordinasi penindakan pelanggaran pemilu di Hotel Comforta Tanjungpinang, Bintancentre, Sabtu (8/12) malam lalu.

Dalam simulasi itu, kampanye dilakukan salah satu partai peserta Pemilu 2019, dengan jumlah massanya sebanyak 500 orang. Agus hadir karena diundang Rahmat (bukan nama sungguhan) selaku pelaksana kampanye.

Baca Juga :  Enam Anak Punk Ditangkap Satpol

Komisioner Panwaslu kecamatan langsung menelaah dugaan pasal yang dilanggar. Ternyata, Rahmat yang juga merupakan caleg dari partai tersebut yang diduga melanggar ketentuan Pasal 493 Juncto Pasal 280 ayat 2 huruf f Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu dengan ancaman pidana kurungan paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta. Laporan direkomendasikan oleh Panwaslu kecamatan kepada Setra Gakkumdu Bawaslu Bintan untuk diproses.

Agus selaku lurah pun dipersoalkan karena profesinya sebagai ASN, yang melanggar peraturan perundang-undangan lainnya yakni Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin ASN.

Baca Juga :  Camat Ingin Terapkan Program Dasawisma

Simulasi penanganan yang diberikan Bawaslu Bintan sengaja agar jajaran Panwascam se-Bintan mampu membedakan mana pelanggaran administratif, tindak pidana pemilu maupun pelanggaran TSM (Terstruktur, Sistematis dan Masif).

Ketua Bawaslu Bintan yang juga sebagai Kordiv Hukum dan Penindakan Pelanggaran (HPP) Bawaslu Bintan Febriadinata menerangkan, rakor yang dilakukan selaam tiga hari Jumat sampai dengan Minggu (7-9) itu dilakukan, guna penguatan lembaga pengawas dalam menghadapi tahapan Pemilu serentak 2019 khususnya di Bintan.

”Kita berikan simulasi supaya anggota kita dijajaran bawah mampu menelaah dan melakukan kajian terhadap pelanggaran tindak pidana pemilu,” ujar Febri.

Baca Juga :  Polsek Kota Gelar Pengobatan Gratis

Ia mengatakan, Panwascam cukup melakukan kajian awal yang hasilnya direkomendasikan ke Sentra Gakkumdu di Bawaslu Bintan. Sebab, penanganan tindak pidana Pemilu diputuskan oleh Sentra Gakkumdu gabungan dari penyidik kepolisian, Jaksa dan pengawas. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here