Bawaslu: Sosialisasi di Kampus Dapat Dipidana

0
151
Idris
Calon legislatif (Caleg) Kota Tanjungpinang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) nomor urut 2, Ranat Mulia Pardede bisa dikenakan sanksi pidana selama 2 tahun atau denda Rp 24 juta jika terbukti melakukan kampanye di kampus.

TANJUNGPINANG – Pasalnya, caleg daerah pemilihan (dapil) Tanjungpinang Barat ini, diduga sudah melakukan kampanye di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang, belum lama ini.

Informasi yang dihimpun, diduga salah satu dosen STIE Pembangunan Tanjungpinang ini telah memperkenalkan diri, hingga membagikan kartu nama serta menyampaikan visi misi di depan mahasiswa/i yang sedang melaksanakan ujian.

Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepri, Idris menegaskan, tidak ada satupun peserta Pemilihan Umum (Pemilu) diperbolehkan untuk melakukan kampanye di tempat pendidikan. Karena telah diatur di UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Ini terlihat dibagian larangan kampanye tepatnya di pasal 180 ayat 1 huruf h dijelaskan, menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

”Kampus itukan tempat pendidikan. Jelas tidak boleh,” tegas Idris kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (9/1).

Apabila ada caleg yang melakukan kampanye di tempat pendidikan, maka pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi pidana kepada caleg tersebut.

Di pasal 521 berbunyi, setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye Pemilu yang dengan sengaja melanggar larangan pelaksanaan kampanye Pemilu sebagaimana dimaksud dalam pasal 280 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, huruf f, huruf g, huruf h, huruf i, atau huruf j, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.

”Apabila memenuhi syarat formil dan materi,” tegas dia.

Ia belum mengetahui, apakah caleg yang kampanye di kampus, sudah menjadi temuan Bawaslu Kota Tanjungpinang atau belum. ”Karena saya baru dapat informasi ini. Nanti, saya minta Bawaslu Kota Tanjungpinang untuk menelusuri hingga menindaklanjuti kasus ini,” sebut dia.

Ditempat terpisah, Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhammad Zaini mengatakan, Bawaslu Kota Tanjungpinang sedang melakukan upaya investigasi terkait informasi tersebut.

Kemudian, menunggu laporan resmi dugaan pelanggaran kampanye di lembaga pendidikan dari mahasiswa. ”Dan Bawaslu akan menindak tegas terhadap caleg tersebut, apabila memenuhi unsur pelanggaran pemilu yang akan dibahas bersama dengan Gakumdu,” singkat Zaini.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here