Bayam, Kangkung Penyumbang Inflasi

0
486
Wakil Walikota Hj Rahma didampingi Sekda Riono, saat memimpin rapat TPID di kantor Walikota Tanjungpinang, Senin (17/12).f-istimewa

TANJUNGPINANG – Stok bahan pokok aman jelang Natal dan Tahun Baru 2019. Begitu juga harga masih di bawah harga eceran tertinggi yang sudah ditentukan pemerintah pusat.

Hal ini terungkap di dalam rapat rutin bulanan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang bulan Desember. Rapat ini dipimpin Wakil Walikota Tanjungpinang Rahma di ruang rapat Kantor Walikota Tanjungpinang, Senin (17/12). TPID Kota Tanjungpinang terus berkomitmen dalam mengendalikan inflasi di Kota Tanjungpinang, dengan inflasi yang terkendali akan memberikan dampak pada harga barang komoditas yang terkedali dan daya beli masyarakat.

Selain itu, perkembangan inflasi di Kota Tanjungpinang pada bulan November 2018, berdasarkan data yang di paparkan oleh BPS ada 35 komoditi yang mengalami penurunan harga. Dan 57 komoditi mengalami kenaikan harga.

Baca Juga :  Syahrul Harapkan RT, RW dan Perangkat Kelurahan Harus Kompak dan Sigap

Penyumbang Inflasi salah satunya adalah nasi dengan lauk, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara dan sebagainya. Pada bulan November 2018 ini Kota Tanjungpinang mengalami deflasi sebesar -0.11 persen (mtm), Kota Batam inflasi 0,51 persen (mtm), Kepri sebesar 0,43 persen (mtm) dan nasional sebesar 0,27 persen (mtm). Sedangkan inflasi tahun kalender dari Januari-November 2018, Kota Tanjungpinang sebesar 1,50 persen (ytd) dan inflasi tahunan sebesar 2,35 persen (yoy)

Adapun resiko inflasi akhir tahun dipengaruhi curah hujan dan gelombang tinggi, ekspektasi inflasi jelang Natal dan Tahun Baru, potensi kenaikan harga cabai merah dan tarif angkutan udara dikarenakan memasuki musim liburan.

Sedangkan rekomendasi pengendalian inflasi diantaranya kerjasama lintas TPID untuk mengendalikan harga komoditas tertentu yang mengalami surplus di masing-masing kabupaten dan kota .

Baca Juga :  Karyawan Hotel Aston Gelapkan Uang Perusahaan Rp109 Juta

Selain itu juga perlu dilakukan pengembangan program urban farming dengan skala yang lebih luas seperti penanaman sayuran penyumbang inflasi seperti bayam, kangkung dan kacang panjang. Mengintensifkan kerjasama antar daerah untuk pasokan bahan makanan khususnya yang berpotensi mengalami kenaikan harga.

Selanjutnya untuk pengendalian inflasi diharapkan dapat menjaga kelancaran arus bongkar muat dan distribusi angkutan barang komoditas pangan ke Kota Tanjungpinang dan perlu dikomunikasikan kepada masyarakat untuk mengendalikan konsumsi ikan laut menjelang angin musim utara

Hj. Rahma mengatakan terimakasih kepada seluruh anggota TPID yang hadir.

”Alhamdulillah koordinasi berjalan lancar, semoga kerjasama yang sudah kita bina selama ini dapat terus berjalan baik dan berdampak positif kepada masyarakat, dari kerja keras kita semua, Tanjungpinang bisa mendapatkan TPID terbaik se-Kepri, semua ini tidak akan terwujud tanpa adanya kerjasama kita semua,” ujar Rahma.

Baca Juga :  Akib Terima Penghargaan Internasional DMDI 2019

Rahma berpesan agar koordinasi yang dilakukan dapat segera terlaksana di lapangan sesuai tupoksi masing-masing, agar ketersediaan kebutuhan pangan dapat terpenuhi dan tidak meresahkan masyarakat, apalagi sudah masuk musim libur sekolah, serta Natal dan Tahun Baru.

”Semua harga barang atau komoditi jangan sampai harga melambung tinggi, kita di pemerintah harus sigap dalam memantau harga khususnya kebutuhan pokok, untuk menekan inflasi di Kota Tanjungpinang dan dalam waktu dekat saya akan turun langsung ke pasar,” ujarnya. (bas) 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here