Baznas Bantu Anggaran untuk Dua Madrasah

0
517
PIHAK Baznas Kabupaten Anambas saat menyerahkan bantuan uang tunai kepada pihak madrasah, Sabtu (10/2). F-ISTIMEWA

ANAMBAS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Anambas, menyerahkan bantuan dana kepada dua sekolah madrasah. Yaitu Madrasah Nurul Islamiah yang berada di Kecamatan Jemaja. Serta Madrasah Fatahilah yang berada di Kecamatan Siantan. Masing-masing menerima Rp 35 juta. Dana bantuan tersebut bersumber dari sumbangan masyarakat di Provinsi Kepri.

Anggaran tersebut bisa dipergunakan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. Mulai dari pembangunan infrastruktur dan belanja meubeler untuk menunjang proses pendidikan di sekolah tersebut.

“Kami juga sudah menyerahkan bantuan bencana berupa sembako. Semua bantuan yang diberikan merupakan sumbangan masyarakat Provinsi Riau,” ujar Mustansir, Ketua Baznas Kabupaten Kepulauan Anambas ketika menyerahkan bantuan di kantor Baznas, Sabtu (10/2).

Baca Juga :  Ketua BPD Desak Pemkab Perbaiki Pelabuhan

Muntasir menjelaskan, penyerahan bantuan ke dua sekolah telah melalui rapat dan survei ke lapangan oleh tim teknis Baznas. Penyerahan bantuan kemarin disaksikan oleh pihak perwakilan Kemenag Kabupaten Kepulauan Anambas.

Meskipun anggaran yang dibantu bersumber dari masyarakat peduli bencana di Provinsi Riau, Baznas juga meminta kepada pengurus kedua sekolah agar membuat laporan pengeluaran keuangan yang digunakan.

Hal itu berguna bagi pihak Baznas, dengan menyampaikan secara transparan kepada warga yang ikut peduli di Provinsi Riau.
Tujuannya, demi menciptakan rasa kepercayaan dan menghindar fitnah.

Baca Juga :  Angka Pengangguran Masih Tinggi

“Tentu kita meminta kepada kedua sekolah itu, membuat laporan pertanggungjawabannya. Penyerahan bantuan kemarin juga di saksikan oleh pihak perwakilan dari Kemenag Anambas yakni pak Adam Nur,” jelas Mustansir.

Ketika ditanya terkait pencapaian target zakat, dinilai meningkat dari target yang ditetapkan Baznas Provinsi Kepri. Zakat yang terkumpul 2017 lalu yaitu Rp 636 juta, dari target awal senilai
Rp 360 juta per tahun. Tercapainya target zakat tak terlepas dukungan dan kesadaran dari semua kalangan.

Ia menilai, meski melebihi target, menurutnya masih ada masyarakat yang tidak mau membayar zakatnya. Bahkan dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) juga belum semua ikut membayar.

Baca Juga :  Formasi 189, Pelamar Capai 1.950

Sesuai data yang ada di Baznas sekitar 50 persen saja dari jumlah ASN yang ikut membayar zakat. Adapun jumlah ASN di Anambas sekitar 1.600 orang.

“Tahun 2018 kita harapkan lebih meningkat lagi kesadaran membayar zakat. Hal itu sangat membantu warga yang sangat membutuhkan. Perlu kerja sama yang baik semua pihak,”kata Mustansir kepada wartawan kemarin. (end)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here