Beasiswa dan Sarana Sekolah Terus Diperbaiki

0
738
MELIHAT DAPUR: Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga SIp MM bersama Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang Maskur Tilawahyu melihat oven memasak roti di Edotel SMKN 2 Tanjungpinang didampingi Artalina.f Tunas/TANJUNGPINANG POS

Prioritaskan Program Pendidikan

TANJUNGPINANG – Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu meminta agar anggaran pendidikan tetap menjadi prioritas. Meskipun harus diuakui, kondisi APBD Pemko 2018 diperkirakan turun dari tahun ini.

”Kita minta kegiatan di dinas pendidikan yang terkait dengan siswa dan penunjang pendidikan tetap dilaksanakan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Ia juga belum mengetahui pasti apa saja yang tidak dilaksanakan terkait dengan pengurangan APBD Pemko. Sebab belum menerima foto kopi KUA-PPAS, meskipun sudah disampaikan belum lama ini oleh Wali Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  Bangun Infrastruktur Sekolah Minim

Diperkirakan besar anggaran untuk pendidikan akan berkurang, bila mengaju pada persentasi. Inilah yang perlu dibahas, jangan sampai kegiatan pendidikan prioritas ikut dikorbankan. Contohnya beasiswa, pembangunan atau rehab-rehab sekolah serta pengadaan sarana penunjang pendidikan.

Bila ini dihilangkan, ia khawatir kualitas pendidikan akan menurun. Ini juga menjadi indikator keberhasilan di luar dari kualitas tenaga pendidik.

”Kita memang minta anggaran pendidikan dan kesehatan harus jadi pembahasan penting. Lebih baik menghilangkan pembangunan infrastruktur menelan biaya besar karena hanya memberikan manfaat pada sekelompok tertentu,” tuturnya.

Baca Juga :  Wajib Sekolah, Jangan Sampai Anak Buta Huruf

Ia juga mengaku heran ketika anggaran beasiswa tidak direalsiasikan, harusnya itu menjadi program andalan Pemko.

”Saya juga heran masa pemerintahaan sekarang, tidak tahu kenapa anggaran beasiswa di tunda. Serta terjadi defisit yang begitu besar, padahal daerah lain seperti Bintan masih aman-aman saja,” ungkapnya.

Ia berharap, hal ini perlu disikapi serius, penurunan APBD Pemko dinilai sangat parah. Bintan yang juga mengalami pengurangan DBH Migas dan DAU gaji guru SMA sederajat yang dipindahkan ke Provinsi Kepri tak begitu menganggu APBD nya.

Baca Juga :  Password Siswa Dititip di Sekolah Asal

Padahal, harusnya di era pemerintahan sekarang Pemko Tanjungpinang harus diuntungkan, mengingat pimpinan di pusat merupakan satu partai.

”Harusnya Tanjungpinang diuntungkan. Kegiatan pusat harus mudah ditarik ke sini,” paparnya. Pembangunan harus bisa direalisasikan melalui dana transfer apakah DAK serta DBH. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here