Beasiswa Harus Transparan

0
531
Mahasiswa saat audiensi dengan anggota komisi IV DPRD Kepri terkait transparansi beasiswa beberapa waktu lalu. F-SUHARDI/tanjungpinang pos

MBS: menanggapi pernyataan sekdaprov terkait pernyataan mahswa saat demo, seolah2 apa yg dilakukan disdik Kepri sudah benar, mohon maaf pak sekdaprov kalau memang yg dilakukan bawahan anda salah kata kan salah jgn di benarkan. Perlu kita ingat mahasiswa itu bukan orang2 bodoh, mereka akan melakukan demo setelah bukti2 cukup akurat. jangan pernah menganggap yg di lakukan mahasw itu salah! Mereka demo atas dasar yang benar. Yang salah ditindak yang benar ditegak kan. Ingat Pak Gubernur & Pak Sekdaprov yth “Soeharto” turun dari singgahsananya krn di sana ada Mahasiswa, hati2. Hidup Mahasiswa! Maju Tak Gentar membela yang Benar. Wassalam.“
081276430660

TANGGAPAN:
Proses seleksi penerimaan bantuan beasiswa di Pemprov Kepri sempat menuai protes mahasiswa. Saya sudah memanggil dan meminta penjelasan kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir dan beberapa tim panitia seleksi beasiswa.

Apa yang dilaporkan Disdik tersebut sudah sesuai aturan dan terstruktur. Tak ada kejanggalan. Kalau pun bantuan beasiswa ini terus diselenggarakan, Sistemnya diubah dari sistem manual ke sistem online. Artinya bisa dengan menggunakan aplikasi.

Mungkin solusinya, ke depan harus sudah menggunakan sistem aplikasi online. Supaya lebih aman dan transparan. Pada hakikatnya, Pemprov Kepri tetap memprioritaskan anggaran untuk bantuan pendidikan beasiswa tersebut. Bahkan katanya, Pemprov melalui Disdik akan menambah kuota penerima beasiswa. Namun, Pemprov Kepri terkendala dengan minimnya anggaran. (ais)

H TS Arif Fadillah
Sekdaprov Kepri

TANGGAPAN:
Mulai Awal Februari, beasiswa sudah dapat disalurkan kepada masing-masing calon penerima. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepri terkait penyalurah sudah diterima, Rabu (31/1). SK guburnur sudah ada, data-data mahasiswa penerima akan diberikan hari ini ke Bank Bukopin, yang akan mentrasfer ke masing-masing rekening penerima.

Sesuai revisi pengumuman penerimaan beasiswa, ada sekitar 975 penerima. Terbagi menjadi empat kategori. Tiga di antaranya bagi mahasiswa jenjang S1, yaitu mahasiswa baru, mahasiswa berprestasi, tak mampu. Serta 25 mahasiswa yang kini menempuh pendidikan S2 dan S3.

Bagi mahasiswa S1, masing-masing menerima bantuan senilai Rp 2 juta, sedangkan S2 dan S3, diberikan lebih besar, yaitu Rp 4 juta per mahasiswa. Bagi mahasiswa yang sudah mengirimkan dan melengkapi syarat penyaluran akan segera disalurkan beasiswa. Sedangkan yang belum, diminta segera menyerahkan.

Jadi kita tak menunggu syarat-syarat dari 975 calon penerima terkumpul semua. Saya sampaikan, serahkan kepada yang sudah mengumpulkan. Sisanya akan menyusul sampai mereka mengirimkan. Jadi kalau sekarang baru 50 calon penerima yang mengirimkan data, maka mereka yang sudah dapat.

Syarat-syarat penyaluran beasiswa juga perlu ditelaah. Jangan sampai, ditemukan kecurangan. Kami akan pastikan apakah calon penerima benar berkuliah di kampus terkait atau tidak, serta beberapa lainnya ketentuan lainnya. Tahun lalu Dinas Pendidikan Kepulauan Riau sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 5,7 miliar.

Beasiswa tersebut dibagi menjadi beberapa macam, di antaranya beasiswa prestasi, beasiswa tidak mampu, dan ada juga beasiswa berprestasi namun tidak mampu. Beasiswa tersebut juga diberlakukan kepada mahasiswa tingkat akhir yang sedang dalam penyelesaian skripsi. Tidak kita batasi, cuma dibagi kreterianya, selagi statusnya pelajar bahkan mahasiswa tingkat akhirpun memiliki peluang yang sama. Dia melanjutkan, saat ini program beasiswa tersebut akan ditangani oleh Asisten Umum, Inspektorat, Biro Hukum dan BKKD. (ais/dlp)

Arifin Nasir,
Kepala Dinas Pendidikan Kepri

TANGGAPAN:
Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk melanjutkan pendidikan, apalagi hingga ke jenjang perguruan tinggi. Salah satu upaya yang dilakukan pemprov yakni dengan caranya mengalokasikan beasiswa.

Tahun 2018 ini alokasi untuk beasiswa tidak begitu besar. Hanya senilai Rp 6 miliar. Pembagiannya Rp 4 miliar untuk beasiswa kemitraan dan sisanya untuk umum atau mahasiswa Kepri yang tersebar di berbagai peguruan tinggi di Indonesia.

Anggarannya sama dengan tahun ini, tidak begitu besar, namun diharapkan mampu menstimulus para siswa berprestasi dan tak mampu untuk melanjutkan kuliah,” tuturnya.

Ada banyak calon mahasiswa dan mahasiswa yang menunggu program tersebut, apalagi dua tahun lalu tepatnya 2015 dan 2016 tidak dijalankan karena defisit anggaran. Pemerintah dinilai perlu membantu mahasiswa yang berprestasi yang memiliki keterbatasan finansial. Jangan sampai putus meraih masa depan.

Kami dari Komisi IV terus berkomitmen beasiswa selalu ada, jika kemampuan anggaran tidak banyak minimal harus ada setiap tahun. Terkait teknis penyaluran ada Dinas Pendidikan Kepri, yang dinilai hampir sama dengan tahun ini. Untuk diketahui beasiswa 2017 penerimanya akan segera diumumkan Disdik Kepri melalui web site mereka. Rencananya ada sekitar seribu penerima yang masing-masing menerima Rp 2 juta. (dlp)

Teddy Jun Askara
Ketua Komisi IV DPRD Kepri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here