Beda Petugas yang Jaga

0
430
Menunggu panggilan: Pasien saat menunggu panggilan di depan ruang pendaftaran RSUD Provinsi di Batu 8, Atas beberapa waktu lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

MBS Bapak\Ibu pimpinan puskesmas batu 10 yang saya hormati. Saya pasien yang kecewa untuk pelayanan apotik puskesmas waktu hari jumat. Saya melihat petugas yang bekerja hanya 2 orang sedangkan belum waktu masuknya salat Jumat. Dan yang saya pertanyakan nama yang dipintu apotik bukan 2 orang petugas. Terimakash.
+6285219445043

TANGGAPAN:
Pihak rumah sakit tidak menolak pasien terutama peserta BPJS walaupun secara administrasi belum lengkap datanya. Siapapun yang datang ke rumah sakit segera dilayani, tanpa melihat latar belakangnya. Jika ada pasien yang memerlukan penanganan segera, layani saja dulu, administrasi bisa belakangan karena nyawa satu orang manusia sangatlah berharga. Kita saat ini memang kekurangan dokter spesialis, maka saya usulkan kepada Direktur RSUP agar didata dokter-dokter dari anak tempatan. Pemerintah Kepri siap membantu dan memberikan beasiswa kepada dokter ingin melanjutkan ke bidang spesialis.

Terimakasih kepada rumah sakit yang telah memberikan layanan terbaik bagi pasien yang berobat. Komitmen dari semua pihak sangat dibutuhkan tidak hanya di saat sekarang tetapi di masa-masa mendatang. Sinergitas semua pihak diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal. (mas)

Nurdin Basirun
Gubernur Kepri

Menunggu hingga Tiga Jam
MBS. SAYA bukan takut mati, tapi bukan cari mati. Maunya hidup sehat lebih lama dan lambat mati. Sebab itulah hari Selasa 11/4 kemaren saya minta sepotong surat rujukan ke Pukesmas Pancur Tg.pinang Barat. Walau BPJS yg telah 3 tahun saya kantongi baru ke 2 kali dipakai, itulah saya minta sepotong surat utk rujukan ke Poli Jantung RSUD Provinsi. Minta ampun lamanya dari jam 8 pagi sampai jam 11 barusan dapat. Kalau kelamaan layani pasien gimana malaikat maut kedahuluan cabut nyawanya, kata saya kepada perawat yang menanganinya. Perlu disegerakan bagi yg imergensi.
+6281364252006

TANGGAPAN:
Pelayanan kesehatan di daerah-daerah juga akan terus ditingkatkan. Untuk minimnya dokter yang tersedia di wilayah hinterland pemerintah akan terus mencari jalan keluarnya. Tahun 2018 mendatang, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun akan mengucurkan tambahan bantuan Rp 100 miliar untuk memenuhi kesejahteraan para medis, khusus yang berada di wilayah hinterland.

Dengan penambahan anggaran ini, diharapkan dokter makin banyak yang berminat mengabdi di daerah pesisir mengingat kesejahteraan mereka akan meningkat. Penambahannya lebih kurang Rp 100 miliar.

Kondisi dokter di wilayah hinterland saat ini sangat perlu diperhatikan. Ini juga karena salah satu komitmen Gubernur, supaya tidak hanya masyarakat yang sangat butuh perhatian, melainkan juga kesejahteraan dokternya adalah faktor utama. Kemarin kami sudah bicarakan masalah penambahan sokongan anggaran ini dengan Pak Kadinkes Prov Tjetjep. Dengan dana tersebut, sangat mendukung untuk mendorong ksejahteraan para dokter di hinterland

Tahun 2018 Pemprov melalui Dinkes memiliki satu lagi program unggulan yakni Dokter Keluarga. Nanti dokter ini akan bertugas di wilayah hinterland. Seperti misalnya di Natuna, Anambas, Lingga, Bintan, Karimun. Dengan dibantu masalah penggajian mereka, tunjangan transportasi maupun tunjangan lainnya, maka tidak ada alasan lagi dokter yang diunggulkan Pemprov ini malas-malasan untuk melayani masyarakat lagi.

Mereka nanti kita bantu masalah gajinya, tunjangan dan sebagainya. Kita paham betul bahwa dengan kondisi mereka yang jauh, tentu memerlukan biaya yang tak sedikit. Berdasarkan data sebelumnya, jumlah dokter di Kepri yakni, dokter spesialis 270-an orang, dokter umum 930-an orang. Total dokter umum & spesialis 1.200-an.

Adapun status tenaga medis ini yakni, sebagian besar dokter swasta. Bahkan, rumah sakit negeri banyak dokter swasta (non PNS). Untuk penyebarannya, dokter menumpuk di Batam dan perkotaan. Daerah Lingga, Natuna dan Anambas kurang diminati. Alasannya, penduduk sedikit, pasien sedikit, penghasilan kecil. Berdasarkan rasio jumlah dokter dan penduduk, saat ini jumlah dokter di Kepri sudah melebihi rasio. Di Kepri, 1 dokter melayani 1:1670 orang. Sesuai aturan WHO 1:2.500 orang.

Peraturan Presiden (Perpres) No.4 Tahun 2017 tentang Kewajiban Dokter Spesialis Mengabdi di Daerah Selama 1 tahun Penuh. Kepres ini membuat Kepri dapat tambahan 14 dokter spesialis dari pusat. Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan, jumlah dokter di Kepri sudah mumpuni. Hanya saja, penyebarannya yang masih tertumpu di kota. Jika dibandingkan rasio ideal WHO (World Health Organization), maka layanan dokter di Kepri sudah melampaui standar WHO. (ais/mas)

Naharuddin,
Kepala Bappelitbang Pemprov Kepri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here