Bela Negara Versi Generasi Millenial Melalui Karya

0
2650
Angela Sarina Simbolon

Oleh: Angela Sarina Simbolon
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Politik, UMRAH

Belakangan ini kita sering mendengar kata generasi millennial. Banyak yang menyebut, generasi adalah aset bangsa. Istilah tersebut berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa buku. Dalam buku “Generations the history of Amerika’s future” dijelaskan bahwa gen Y atau generasi millennial adalah mereka yang lahir dari tahun 1982- 2001. Pada waktu itu terjadi era transisi dan kemajuan teknologi. Hal ini terbukti bahwa dalam kehidupannya, generasi millennial tidak akan jauh dari gadget atau pun yang sedang banyak dibicarakan sekarang yaitu era vlogger.

Mereka mampu mengekspresikan diri dengan banyak hal, multitalenta, multitasking, dan yang paling penting mereka sudah tahu apa yang ingin mereka capai. Hal yang paling terlihat dari gen Y atau generasi millennial ini adalah ketika mereka membagikan apa yang mereka capai dalam arti mereka memiliki kekuatan dari berbagi. Di Indonesia studi dan kajian tentang kaum millennial belum banyak dilakukan. Di tahun 2020 generasi millennial dengan rentang usia 20-40 tahun produktif menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Menurut BPS jumlah penduduk Indonesia usia 20-40 tahun di tahun 2020 diduga berjumlah 83 juta jiwa atau 34% dari total penduduk Indonesia yang mencapai 271 juta penduduk. Jumlah tersebut lebih besar dari jumlah geneasi X yang 53 juta jiwa atau 20% ataupun generasi baby boomer yang hanya tinggal 35 juta jiwa atau hanya 13%. Hal ini membuktikan dengan jumlah populasi yang banyak, besar potensi yang dapat dihasilkan oleh generasi millennial atau gen Y tentunya untuk kemajuan bangsa .

Namun, kekurangan gen Y ini juga mendapat perhatian dari banyak kalangan. Banyak fakta mengenai generasi tersebut seperti pendapat bahwa generasi ini adalah orang-orang yang sulit dikelola, mereka ”narsis”, dan seolah memiliki hak untuk banyak hal. Mereka ditanamkan ajaran bahwa mereka mampu mendapatakan semuanya.

Generasi ini hidup di era Facebook dan Instagram , dimana semua hal dapat dibagikan. Mereka terlihat sangat baik namun tidak sesuai dengan kenyataannya. Mereka lebih mengandalkan media sosial daripada teman. Namun, ini bukan menjadi kesalahan sepenuhnya gen Y hanya saja lingkungan dan didikan yang salah.

Lalu bagaimana kaum millennial dalam bela negara Indonesia? Bela negara berarti sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Setiap warga negara Indonesia memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain kewajiban, keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara merupakan hak yang dimiliki setiap warga negara Indonesia. Pada masa sekarang bela negara bukan hanya tentang menghadapi ancaman militer berupa agresi, pelanggaran wilayah.

Spionas, namun juga menghadapi ancaman nonmiliter. Ancaman nonmiliter adalah ancaman yang tidak bersifat fisik serta bentuknya tidak terlihat. Ancaman nonmiliter seperti masuknya paham komunisme dan liberalisme, terjadi inflansi, pengaruh negatif dari kemajuan iptek.

Terlepas dari baik buruknya pandangan tentang generasi millennial, bentuk bela negara sebagai anak muda Indonesia yang kita lakukan untuk diri kita sendiri dan untuk negara adalah berkarya. Karena dengan berkarya kita bisa menerobos hal baru. Karena Indonesia bisa menjadi maju dan tetap utuh lewat karya demi karya.

Kita harus mencoba untuk tidak selalu menjadi “kuli” negara lain. Sudah waktunya kita yang membuat sesuatu dengan ciri khas Indonesia. Dalam berkarya untuk bangsa, kita harus tahu apa yang kita suka dan kecintaan terhadap apa yang kita kerjakan, kita juga harus cerdas tapi cerdik, dan yang paling penting adalah bisa bekerja sama dalam perbedaan karena Indonesia adalah keberagaman tapi Indonesia juga kesatuan demi menjaga keutuhan bangsa. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here