Belajar Budidaya Ikan Kerapu

0
249
SYARIFAH Fitriana ketika praktik mempelajari budidaya Kerapu Cantang di HSRT Lestari Kerapu di Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, belum lama ini F-istimewa

UMRAH Siapkan SDM Mahasiswa untuk Mengelola Maritim Kepri

Luas laut Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sekitar 98 persen. Ikan merupakan potensi laut Kepri yang sangat besar baik tangkap ikan maupun pengembangan budidaya. Untuk itu, mahasiswa UMRAH terus mempersiapkan diri dengan belajar membudidayakan ikan kerapu.

TANJUNGPINANG – KEPRI merupakan daerah maritim yang penuh dengan sumber daya lautan yang berlimpah. Butuh Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengelolanya. Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang pun mempersiapkan diri agar kelak bisa mengelola dan mengembangkan potensi maritim tersebut.

Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP-UMRAH) Tanjungpinang terus mengasah mahasiswa-mahasiswinya untuk mengembangkan sumberdaya maritim di Kepri.

Kepri harus disiapkan menjadi provinsi yang unggul di sektor kemaritiman. Butuh SDM yang mumpuni untuk mengelola kemaritiman tersebut termasuk lulusan FIKP-UMRAH.

Salah satu mahasiswi FIKP-UMRAH, jurusan Budidaya Perairan yakni Syarifah Fitriana tengah mengamati pengembangan ikan Kerapu Cantang di Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT) Lestari Kerapu. Lokasi budidaya itu berada di Desa Pengujan Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan.

”Ini merupakan praktik keterampilan lapangan, yaitu kegiatan memberikan kesempatan kepada mahasiswa-mahasiswi dalam memperoleh pengalaman praktik dari bidang perikanan dan kelautan. Terkhusus keterampilan budidaya ikan laut, sesuai kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja nantinya,” ujar Syarifah Fitriana, mahasiswa Budidaya Perairan FIKP-UMRAH semester 8 ini, Minggu (10/2).

Syarifah menjelaskan, bahwa yang saat ini dipelajarinya adalah teknik pendederan ikan Kerapu Cantang (epinephelus fuscoguttatus x epinephelus lanceolatus) di HSRT Lestari Kerapu.

Tujuannya untuk menganalisis pengembangan usaha ikan Kerapu Cantang tersebut. Mengapa memilih ikan jenis Kerapu, Syarifah menjawab, karena ikan kerapu adalah komoditas perikanan Indonesia yang diunggulkan.

Selain itu, ikan kerapu mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan harga jual yang mahal dan komoditas ekspor.

”Ini pengalaman bagi saya, bagaimana mengetahui teknik pendederan ikan Kerapu Cantang itu sendiri. Kami juga melakukan pengambilan data, seperti laju pertumbuhan ikan kerapu cantang, kualitas airnya. Banyak kompetensi yang harus dapat diaplikasikan, seperti mempersiapkan medianya pendederannya, menebar benih ikannya, pengelola pakan ikannya,” terang Syarifah yang asli dari Kampung Baru, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Selain itu, juga mengamati bagaimana mengelola kualitas air serta mengendalikan hama dan penyakit. Tak hanya itu, bahkan juga mempelajari memanen hasil sampai memasarkan hasil pendederan ikan tersebut.

”Nama pemilik HSRT Lestari Kerapu ini adalah Dede Rahmat, beserta beberapa rekan lainnya Sudiro dan Riki Jais. Mereka sebagai tenaga kerja,” ungkapnya.

Namun, ada beberapa kendala dan keluhan bagi kelompok budidaya ikan Kerapu SHRT Lestari Kerapu. Kendala itu, yakni perihal legalitasnya dan pihak HSRT Lestari Kerapu baru dapat legalitas dari desa belum sampai ke provinsi.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here