Belajar Mandiri, Siswa Tidur di Tenda

0
35
SISWA Kelas IV dan Kelas V SDIT As-Sakinah Tanjungpinang saat memasang tenda di lokasi SDIT As-Sakinah di Kampung Sebauk, Senggarang, 19-20 Oktober lalu. F-istimewa

Pelajar SD-SMPIT Assakinah Berbaur di Senggarang

Untuk melatih siswa mandiri maka pihak SDIT As-Sakinah dan SMPIT As-Sakinah Tanjungpinang menggelar Kemah Bersama di lokasi SMPIT As-Sakinah di Kampung Sebauk Senggarang, selama dua hari, tanggal 19-20 Oktober.

SENGGARANG – Kepala SDIT As-Sakinah Tanjungpinang, Kimiatis Sa’adah mengatakan, yang ikut kemah bersama ini adalah siswa Kelas IV dan Kelas V bergabung dengan siswa Kelas VII SMPIT As-Sakinah.

Adapun jumlah siswa yang mengikuti kemah bersama ini sekitar 219 orang terdiri dari siswa Kelas IV dan Kelas V 164 orang dan siswa SMPIT 54 orang.

Saat itu, semua siswa tidur di kemah yang dipasang siswa bersama guru. Yang siswi tidur di kemah yang dipasang di lapangan SMPIT. Sedangkan siswa tidur di kemah yang dipasang di lahan kosong depan SMPIT.

Masing-masing siswa membawa bantal dan selimutnya masing-masing. Namun, ada juga siswa yang merengut lantaran tak terbiasa tidur tanpa kasur dan harus tidur ramai-ramai di bawah tenda.

Bahkan ada siswa yang mengeluh kepanasan, sementara di rumahnya tidur dengan ruangan sejuk karena ada AC. Salah satu tujuan kegiatan ini adalah agar siswa merasakan masih banyak anak-anak lain yang tidur seadanya dan tanpa AC.

Di lokasi kegiatan, siswa dibagi dalam beberapa tim dan setiap tim ada guru yang mengawasi dan menjadi pembinanya.

Di malam harinya, siswa juga tetap ada kegiatan. Salah satunya permainan untuk membiasakan diri kerja sama tim. Pukul 02.15 WIB, siswa dibangunkan untuk mengikuti permainan tutup mata. Ini permainan uji mental siswa.

”Nanti kita pasang penutup mata lalu siswa disuruh melangkah tanpa melihat apa-apa. Tapi tetap dijaga guru pembinanya. Dengan cara ini, para siswa itu sendiri saling mencari teman-temannya. Ada yang manggil temannya. Jangan jauh-jauh ya, jangan tinggalkan aku ya. Pokoknya mereka pun saling membantu,” katanya menjelaskan salah satu manfaat kegiatan ini.

Dengan berjalan tanpa bisa melihat apa-apa, butuh teman-temannya agar sama-sama memandu dan tidak meninggalkan teman-temannya yang lain. ”Mereka menyebutnya prajurit malam,” ujar Kimi sambil tertawa.

Malam harinya, siswa juga pawai obor dengan membentuk formasi As-Sakinah. Kemudian, siswa mereka juga membuat api unggun malam harinya. Disanalah siswa berkumpul mengelilingi api tersebut.

Selama kegiatan malam itu, ada juga beberapa orangtua yang datang ke lokasi untuk melihat kondisi anaknya. Namun, banyak juga orangtua siswa tidak datang dengan alasan agar anaknya terbiasa mandiri.

Siang harinya, siswa juga dilatih berenang di laut dari satu pelantar ke pelantar lainnya. Untuk keamanan siswa, maka dipasang tali dari satu pelantar ke pelantar lainnya dan diawasi para guru.

”Jaraknya sekitar 50 meter. Mereka berenang di laut. Tapi tidak bisa kemana-mana, cukup berenang mengikuti tali itu saja dan tetap kita awasi. Tak mungkin dibiarkan begitu saja,” tambahnya.

Kemudian, untuk meningkatkan rasa nasionalisme siswa, mereka juga bernyanyi lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza atau tiga bait. Setelah itu, siswa diajak bernyanyi lagu kebangsaan lainnya.

Pagi harinya, siswa memasak sendiri sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Panitia sudah menyiapkan kompor gas, beras, sayur-sayuran, cabai, tomat, bawang, minyak goreng, garam, telur, tempe dan bilis.

”Kalau di rumah mereka tinggal makan dengan lauk pauk yang enak, di tempat kemah, makanan mereka sederhana saja dan harus masak sendiri untuk sarapan dan makan malamnya,” ungkap wanita kelahiran Dabosingkep Lingga ini.

Siswa juga wajib menjalankan salat malam, salat subuh, salat kultum bersama-sama. Kimi menjelaskan, dua tahun sebelumnya, mereka menggelar perkemahan itu di lapangan Gedung Pramuka di Dompak. Kini, mereka mengadakannya di lokasi SMPIT As-Sakinah Sebauk karena tahun ini sekolah tersebut baru dibuka.

”Ini agenda tahunan kami,” jelasnya seraya menambahkan panitia juga mengundang pengurus Pramuka Kwarda Tanjungpinang.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here