Belanja Bintan Melebihi Rp 1,1 T

0
237
TANDATANGAN NOTA: Pimpinan DPRD Bintan Trijono bersama Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam, menandatangani nota kesepahaman KUA dan PPAS untuk APBD Perubahan 2017, dalam paripurna, Selasa (3/10) sore kemarin. F-jendaras/TANJUNGPINANG POS

Dewan dan Pemkab Sepakati KUA-PPAS APBDP 2017

BINTAN – PIMPINAN DPRD dan Pemkab Daerah Bintan menandatangani nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS), untuk penyusunan APBD Perubahan 2017, Selasa (3/10) sore kemarin. Dari hasil kesepakatan Dewan dan Pemkab Bintan, belanja Bintan hingga akhir 2017 mendatang, naik menjadi Rp 1,1 triliun, dari Rp 1,058 triliun pada APBD murni.

Dalam rapat tersebut, total belanja pada ABPD Perubahan diproyeksikan sebesar Rp 1,1 triliun. Dari total belanja daerah itu, belanja tak langsung sebesar Rp 612 miliar lebih. Sedangkan belanja tidak langsung sebesar Rp 512 miliar lebih.

Sekretaris Dewan (Sekwan) Bintan Edi Yusri menyampaikan, terjadi kenaikan cukup besar pada belanja langsung sebesar Rp 70 miliar lebih atau naik 6,3 persen jika dibandingkan proyeksi pada APBD Bintan tahun 2017 sebesar Rp 542 miliar lebih.

”Sedangkan untuk belanja tak langsung mengalami penurunan Rp 3 miliar lebih, dari proyeksi APBD 2017 sebesar Rp 516 miliar lebih,” sebut Edi.

Kemudian sambungnya, sumber penerimaan yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bintan sebesar Rp 138 miliar lebih naik sekitar Rp 60 miliar lebih jika dibandingkan pada proyeksi PAD pada APBD 2017 sebesar Rp 77 miliar lebih. ”Sedangkan untuk penyertaan modal atau investasi Pemda sebesar Rp 2 miliar,” sambungnya.

Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam saat menyampaikan pendapat kepala daerah mewakili Bupati Bintan Apri Sujadi menyampaikan, proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp 999 miliar lebih yang bersumber dari PAD sebesar Rp 222 miliar lebih dan dana perimbangan sebesar Rp 62 miliar lebih serta dana lain-lainnya sebesar Rp 91 miliar lebih.

”Kemudian KUA PPAS APBD-P Bintan tahun 2017 belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp 1,1 miliar lebih. Pemkab mencanangkan investasi sebesar Rp 2 miliar,” ucapnya.

Besaran belanja langsung yang cukup besar dibandingkan belanja tak langsung mendapatkan kritikan dari fraksi-fraksi yang ada di DPRD Bintan. Hasriawady, juru bicara Fraksi Golkar menyampaikan, besarnya belanja langsung dibandingkan belanja tak langsung perlu dikaji lagi. Karena sektor belanja langsung, terdapat kegiatan fisik.

”Dalam kurun waktu 3 bulan, sisa penggunaan APBD-P Bintan, sangat riskan melaksanakan kegiatan fisik. Hasilnya bisa tidak maksimal,” ucapnya.

Sementara itu, Hesti Gustrian juru bicara fraksi PAN meminta penjelasan kepada kepala daerah mengenai komposisi besaran belanja langsung, dalam rancangan KUA PPAS APBP-P Bintan tahun 2017 yang lebih besar daripada belanja tak langsung.

”Mohon penjelasan kepala daerah, kami dari fraksi PAN sangat mendorong pemerintah melaksanakan kegiatan yang berdampak kepada masyarakat,” katanya.(jendaras – yendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here