Belanja Bintan Menjadi Rp1,445 Triliun

0
80
WAKIL Bupati Bintan H Dalmasri Syam menyerahkan Ranperda nota keuangan perubahan APBD 2019, kepada Ketua DPRD H Nesar Ahmad, melalui rapat paripurna dewan, kemarin. Disaksikan Sekda Adi P dan Wakil Ketua Trijono. f-yendi/tanjungpinang pos
Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam menyerahkan Ranperda nota anggaran perubahan APBD 2019 kepada pimpinan DPRD Bintan, Selasa (13/8). Dalam rapat paripurna DPRD Bintan ini diketahui, belanja daerah (Bintan) hingga akhir tahun anggaran 2019 nanti menjadi Rp1,445 triliun.

BINTAN – RAPAT paripurna penyampaian Ranperda nota anggaran perubahan APBD 2019 ini dipimpinan ketua dewan H Nesar Ahmad, didampingi Wakil Ketua Trijono. Turut hadir Sekda Bintan Adi Prihantara, Sekwa M Hendri, anggota DPRD Bintan dan kepala OPD.

Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam memaparkan, penyampaian Ranperda ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepakatan rancangan KUA-PPAS perubahan APBD 2019, yang dilakukan Bupati Bintan H Apri Sujadi bersama pimpinan dewan. Setelah dilakukan penyusunan dan pembahasan bersama, ada perubahan proyeksi keuangan hingga akhir tahun anggaran 2019 nanti.

”Perubahan keuangan daerah ini, berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Provinsi Kepri,” kata H Dalmasri Syam.

Setelah dilakukan penyusunan nota anggaran perubahan APBD 2019 ini, H Dalmasri Syam menyebutkan, pendapatan daerah sampai akhir tahun anggaran 2019 diproyeksikan sebesar Rp1,233 triliun, atau terjadi penambahan sebesar Rp26,198 miliar dibandingkan pada APBD murni sebesar Rp1,207 triliun.

”Penambahan pendapatan daerah ini bersumber dari PAD, dana perimbangan dan pendapatan lain-lain yang sah. Ada kenaikan 2,17 persen untuk pendapatan daerah ini, dibandingkan APBD murni lalu,” sebut wabup.

Sedangkan belanja daerah, H Dalmasri Syam mengatakan, Pemkab Bintan memproyeksikan sebesar Rp1,445 triliun hingga akhir tahun anggaran 2019. Total belanja ini naik sekitar Rp189,84 miliar, dibandingkan APBD murni sebesar Rp1,256 triliun.

”Ya, belanja Bintan sampai akhir tahun menjadi Rp1,445 triliun. Dengan pendapatan daerah Rp1,233 triliun. Dari total belanja itu, Rp638,818 miliar merupakan belanja tidak langsung. Sedangkan belanja langsung mencapai Rp807,034 miliar, atau hampir 60 persen,” sebut H Dalmasri Syam.

”Jadi, ada selisih sebesar Rp211,942 miliar, antara pendapatan dengan belanja daerah itu,” ungkapnya.

Untuk pembiayaannya, ungkap H Dalmasri Syam, dana yang tersedia sekitar Rp213,942 miliar. Ini merupakan Silpa tahun anggaran sebelumnya, sesuai dengan hasil audit BPK. Sedangkan dana sisa sekitar Rp2 miliar digunakan untuk modal penyertaan investasi.

”Dalam pengalokasian kegiatan pada perubahan APBD 2019 ini, kita prioritaskan sesuai dengan misi pembangunan daerah,” tegas H Dalmasri Syam.

Ketua DPRD Bintan H Nesar Ahmad mengatakan, Ranperda ini langsung diserahkan kepada Banggar, untuk dibahas secepatnya.

Pada kesempatan lain, drg Raja Miskal dari Fraksi PKS menyarankan, penyusunan anggaran untuk kegiatan pada perubahan APBD 2019 ini, agar mempertimbangkan waktu. Karena, waktu efektif dalam penggunaan anggaran ini, hanya sekitar empat bulan.

”Kegiatan yang disusun dalam perubahan APBD 2019 ini, harus dilihat waktunya. Jangan sampai, kegiatan dianggarkan ini melebihi dari empat bulan,” saran Miskal. (YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here