Belasan Kapal Bantuan Pemerintah Telantar

0
998
KAPAL BANTUAN : Puluhan kapal yang disediakan Dinas Perikanan Bintan dibagikan kepada nelayan, beberapa tahun lalu. Sejumlah kapal bantuan ini, tidak digunakan oleh penerima bantuan. F-yendi/TANJUNGPINANG POS

BINTAN – DINAS Perikanan Kabupaten Bintan menemukan belasan kapal bantuan pemerintah untuk nelayan, saat ini telantar. Kapal bantuan beberapa tahun lalu itu dibiarkan begitu saja, tanpa dipergunakan sebagaimana mestinya.

Fachrimsyah, Kepala DKP Bintan membenarkan adanya temuan tersebut. Menurutnya, jumlah kapal belum dapat dipastikan angkanya. Namun sejauh ini, ada belasan yang ditemukan atau dilaporkan telantar.

”Kami lagi verifikasi kapal-kapal itu dulu. Ada belasan kalau tidak salah. Nanti kapal bantuan itu akan kami tarik balik ke Pemda,” katanya, Rabu (18/10).

Ia menambahkan, setelah selesai verifikasi dan dipastikan tidak dipergunakan atau dialihkan tidak sesuai aturannya. Kapal-kapal tersebut akan diambil dan direvitalisasi. Sehingga dapat dipergunakan lagi sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  HUT ke-8, BAS Beri Kejutan buat Nasabah

”Kan sayang kalau dibiarkan mangkrak dan rusak begitu saja. Sementara, di lain wilayah masih banyak nelayan yang mengharapkan bantuan kapal dari pemerintah itu,” sebutnya.

Ia menambahkan, nantinya setelah diperbaiki dan berfungsi normal, kapal akan diberikan kepada nelayan lainnya yang sudah diverifikasi kebutuhannya. Ini akan disejalankan dengan pemberian kapal baru, yang sudah dianggarkan pada tahu 2017 ini.

”Kalau bantuan kapal ini diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan, maka manfaatnya akan lebih besar bagi nelayan,” tambahnya.

Dari beberapa informasi yang didapat dilapangan, disebutkan ada 17 kapal yang ditemukan mangrak di beberapa kecamatan wilayah Kabupaten Bintan.

Baca Juga :  Tak Dapat BLT, Warga Berharap Ada Kebijakan Khusus

Seorang warga Gunung Kijang Samsu (42) mengatakan, selama ini pemerintah memberikan bantuan kapal itu, hanya ditujukan kepada kelompok tertentu. Nelayan tradisional maupun warga suku laut di Berakit, tidak pernah diberikan bantuan. Kemudian, kelompok nelayan yang mendapat bantuan itu, kerjanya bukan semata menjadi nelayan.

”Ada beberapa pemuda yang dekat dengan kepala daerah, terus dia bentuk organisasi. Kemudian, mereka dapat bantuan alat tangkap. Karena tak melaut, akhirnya bantuan telantar begitu saja. Makanya harus selektif memberikan bantuan itu,” kata Samsu.

Baca Juga :  Pedagang Jual Limbah Otomotif dengan Harga Tinggi

Di lain hal, Samsu juga berharap agar pemerintah membangun pelantar, benar-benar digunakan untuk tambat kapal motor nelayan.

”Kami sedih, seperti kata kawan dari Kawal. Ada pelantar beton untuk pemukiman nelayan, yang ditambatkan itu kapal besar punya tauke. Sementara, nelayan kecil terganggu. Masalah seperti ini, tak pernah digubris pemerintah,” cetusnya.(JENDARAS-YENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here