Belasan Pramusaji Terjaring Razia Pekat

0
384
Petugas Satpol PP melakukan operasi non Yustisi.

Natuna – Petugas Satpol PP mengamankan 14 orang para pekerja pramusaji yang tidak memiliki surat keterangan domisili, Rabu (17/7) kemarin.

Mereka terjaring dalam operasi non Yustisi sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Natuna nomor 10 Tahun 2005 Tentang Penyakit Masyarakat.

Kasatpol PP Kabupaten Natuna, Dodi Nuryadi mengatakan, operasi non Yustisi kegiatan rutin Satpol PP Natuna dalam rangka menegakkan Perda guna mencegah timbulnya penyakit masyarakat.

“Kegiatan operasi non Yustisi ini dilakukan secara rutin setelah libur panjang kemarin. Ternyata ditemukan 14 orang tidak memiliki surat keterangan domisili dari ketua RT, Ketua RW maupun lurah setempat,” katanya saat dijumpai di Kantor Bupati Natuna, Kamis (18/7).

Ia menegaskan, hal ini dirasa penting, demi ketertiban dan Kenyamanan setiap orang berhak untuk hidup dalam satu lingkungan yang aman, tertib dan tentram serta terbebas dari perbuatan, tindakan dan prilaku penyakit masyarakat.

“Sasaran operasi yaitu di lokasi THM di beberapa tempat. Selain itu dilakukan juga pengecekan identitas atau domisili para pekerja pramusaji, serta Surat Izin Usaha (SIU) bagi para pemilik THM, dan para pekerja yang masih di bawah umur,” jelasnya.

Ketua operasi non Yustisi sekaligus Kasi Penegakan dan  Penindakan Satpol PP, Edi Yohanes menuturkan, bahwa sejumlah pramusaji yang terjaring di dapatkan dari dua lokasi THM yang berbeda.

“Yaitu dari THM Pujasera 36 dan THM Padang Tengah. Tidak hanya itu, kita juga menyisir THM lainnya seperti THM JFC, THM Puak, THM Champion. Namun tidak ditemukan,” ungkapnya.

Tambahnya, kepada para pramusaji yang terjaring diamankan di Mako Satpol PP diberikan Penindakan administratib.

“Hal ini bertujuan agar mencegah timbulnya penyakit masyarakat,” pungkasnya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here