Belasan Tahun Terisolir Alat Telekomunikasi

0
465
TOWER: Tower Telkomsel sebagian sudah dibangun di perkampungan di Natuna. f-hardiansyah/tanjungpinang pos

NATUNA – Luasnya lautan Kepri dan banyaknya penduduk yang tinggal di pesisir menjadi salah satu kendala untuk menyediakan telekomunikasi di seluruh pemukiman penduduk di Kepri.

Terkadang, satu pulau hanya didiamibeberapa kepala keluaga (KK), sehingga butuh ongkos besar untuk membangun alat telekomunikasi.

Namun, sejak kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Natuna beberapa waktu, ia meminta agar daerah perbatasan ini disiapkan telekomunikasinya.

Apalagi, itu sesuai dengan Nawacita poin ketiga Presiden-Wapres yakni membangun dari pinggiran dan menjadikan Indonesia poros maritim dunia.

Salah satu daerah yang sudah belasan tahun tak mendapatkan sinyal telekomunikasi adalah desa Teluk Buton di Kecamatan Bunguran Utara Natuna.

Desa ini sudah 11 tahun kekurangan jaringan telekomunikasi yang bisa digunakan untuk berkomunikasi.

Desa Teluk Buton yang berada di ujung utara Pulau Bunguran Besar ini sejak dulu belum tersentuh akan jaringan yang mampu mengakses antarwilayah di Natuna.

Padahal Desa Teluk Buton yang memiliki keanekaragaman pantai yang indah dan bersih, masih saja tidak ada sinyal telekomunikasi. Banyak keinginan masyarakat Teluk Buton yang belum tercapai, salah satunya jaringan telekomunikasi.

”Sebetulnya keinginan kita banyak. Namun, saat ini hanya beberapa saja yang sudah terselesaikan diantaranya jalan lintas Ranai-Teluk Buton. Sedangkan telekomunikasi hingga sekarang tak kunjung ada,” kata Basir saat ditemui usai mengantarkan anaknya untuk mengikuti paduan suara, kemarin.

Keinginan warga Teluk Buton mungkin sama dengan keinginan warga lainnya bisa juga merasakan perkembangan teknologi yang sudah mulai merambah Natuna.

”Kalau ditanya keinginan sudah pasti jaringan internet maupun jaringan komunikasi bisa segera hadir di desa kami. Karena sejak awal dibentuk Desa Teluk Buton, masih saja jaringannya tidak ada. Kalaupun ada itu juga karena kehadiran Presiden Jokowi Dodo,” ungkapnya.

Basir mengharapkan, dengan masuknya jaringan telekomunikasi, dipastikan banyak wisatawan lokal maupun manca negara yang ingin berkunjung ke Desa Teluk Buton.

”Ya mudah-mudahan saja jaringan komunikasi bisa masuk ke desa kami. Karena salah satu perkembangan Desa Teluk Buton tergantung dari telekomunikasi maupun informasi,” tutupnya.

7 BTS akan Dibangun
Bupati Hamid Rizal menegaskan, pemerintah Natuna siap memfasilitasi pembangunan sarana telekomunikasi Base Tranceiver Station (BTS) di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

Pembangunan ini dirasakan sangat penting sekali bagi percepatan pembangunan Natuna ke depan. Untuk itu perlu adanya kesediaan pemerintah daerah dengan meminjam pakai lahan guna pembangunan itu.

Dengan adanya proritas pembangunan BTS di wilayah 3T ini, ia ingin Natuna tidak ada lagi lokasi yang daerahnya blankspot.

Bupati Hamid menjelaskan, untuk lokasi pemasangan 7 lokasi BTS sendiri diantaranya Desa Tanjung Pala Kec. Pulau Laut, Desa Tanjung Setelung Kec Serasan, Desa Sabang Mawang Kec Pulau Tiga, Desa Serantas Kec Pulau Tiga, Desa Tanjung Batang Kec. Pulau Tiga, Desa Selading Kec Pulau Tiga Barat dan Desa Air Kumpai Kec. Midai.

Hal ini dikatakan Hamid Rizal usai menghadiri acara penandatanganan naskah pinjam pakai lahan untuk pembangunan sarana telekomunikasi di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (7/12).

”Kita berharap dengan akan dibangunnya BTS di 7 lokasi berbeda untuk menanggulangi daerah blankspot, bisa mengatasi kesulitan jaringan di Natuna. Dan kita juga meminta agar ada penambahan lagi selain dari 7 lokasi itu,” ungkapnya.

Sementara Direktur Utama BP3TI, Anang Latif dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dukungan bupati dan wali kota yang telah mendukung dengan meminjamkan lahannya untuk program ini.

Dan berharap program BTS blankspot dapat bermanfaat di daerah. Masa peminjaman ini selama 5 tahun dan berharap dalam kurun waktu itu pengguna BTS bisa meningkat.

Selain itu, konsep BTS blankspot yang dibangun melalui dana universal service obligation (USO) yang merupakan kontribusi dari operator. ”Kita ingin dengan adanya pembangunan BTS ini pengguna alat telekomunikasi bisa lebih bertambah dari sebelumnya yang terbilang masih kurang,” ujarnya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here