Belum Ada Bukti, Selalu Antisipasi

0
453

Ketika Isu Penculikan Anak Hangat di Medsos

Isu penculikan anak ramai dibicarakan di media sosial. Yang paling mengerikan adalah penjualan organ tubuh anak. Bahkan, harganya pun disebutkan berapa.

Tanjungpinang – TENANG… Itu hanya isu. Banyak yang bilang itu hoax. Sebab, hingga saat ini belum ditemukan siapa korbannya. Termasuk di Tanjungpinang belum ada penculikan anak.

Ini dipastikan Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro. Belum ada yang melapor penculikan anak baik ke Polres, ke polsek-polsek maupun ke Babinkantibmas. Di medsos disebutkan, penculikan anak ini merupakan jaringan internasional. Sehingga aksinya sangat rapi dan sulit terdeteksi. Lagi-lagi, tetap belum ada buktinya.

Di medsos maupun WA, pernah menyebar foto-foto anak di Thailand yang tewas dan disebutkan akibat korban penculikan dan organnya hilang.

Namun, ada juga yang menyangkalnya bahwa foto itu puluhan tahun silam dan bukan korban penculikan anak. Namun korban perang yang kena racun.

Meski demikian, penyebaran informasi ini makin meluas. Dari mulut ke mulut membuat kekhawatiran dimana-mana. Bahkan seseorang dari kampung di Sumut, pernah menanyakan hal ini ke wartawan koran ini.

Informasi itu sampai ke kampungnya juga melalui medsos. Yang membuat warga di kampungnya khawatir karena isu penjualan organ tubuh itu.

Sekali lagi Kapolres mengatakan, belum ditemukan hal-hal seperti itu. Meski demikian, tetap ada antisipasi dari polisi maupun dari keluarganya sendiri.

Misalnya, jika punya anak, sebaiknya diantar dan dijemput ayah atau ibunya atau kakak serta abangnya. Jika tidak sempat, maka minta dijemput keluarga atau tetangga.

”Terlepas apakah itu benar atau hoax, tetap harus ada antisipasi. Dan masyarakat jangan mudah mempercayainya. Tapi, tetap antisipasi,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos di Gedung Arsip Daerah Tepilaut Tanjungpinang, kemarin.

Selama ini, antisipasi seperti itu sudah dilakukan polisi. Anggota tetap menyebar ke sekolah-sekolah. Namun masyarakat mungkin tak memperhatikannya.

Bahkan, Satlantas bertugas di sekolah tujuannya bukan hanya mengatur lalu lintas saja. Namun, mereka juga turut mengawasi siswa.

Misalnya, saat siswa pulang sekolah dan seorang anak belum dijemput, maka mereka mengawasinya. Bahkan kerja sama dengan pihak keamanan sekolah supaya si anak jangan disuruh pulang sebelum dijemput orangtuanya.

Kemudian, polisi juga bekerja sama dengan lurah, Babinsa dan Babinkantibmas. Ini merupakan tiga pilar keamanan di tengah masyarakat.

Saat pertemuan dengan RT-RW di Gedung Arsip, hal ini juga diungkapkan ke RT-RW yang meminta kerja sama dalam menjaga keamanan dan keamanan serta kenyamanan di lingkungannya masing-masing.

Kepada orangtua, kapolres meminta para orangtua agar selalu waspada dalam menjaga anak mereka. Ia menyarankan agar para orangtua selalu mengawasi anak-anak mereka.

”Baiknya para orangtua mengantar jemput anaknya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada buah hatinya,” katanya berpesan.

Untuk di lingkungan sekolah, lanjut Joko, peran guru agar dapat mengawasi anak-anak muridnya, terutama di tingkat TK dan SD.

Saat pulang sekolah apabila anak muridnya belum dijemput oleh orangtuanya jangan dilepas, harus ditungguin sampai betul-betul orang tuanya datang.

Dan mengharapkan peran masyarakat juga ada. Jika melihat anak-anak masih berkeliaran di luar jam waktu semestinya, harus diingatkan. Orang tua juga harus mengetahui siapa-siapa saja kawan bermainnya, sudah dikenal apa belum dan jelas tidak.

Kepada masyarakat agar melaporkan kepada polisi jika melihat ada orang yang mencurigakan di lingkungan sekitarnya. Agar pihak kepolisian bisa mendatangi lokasi dan mengecek langsung mengenai kecurigaan warga.

Joko menjelaskan untuk mencegah tindakan penculikan itu terjadi, pihaknya telah menerjunkan personel ke setiap sekolah serta memerintahkan Babinkamtibmas di wilayah kelurahan masing-masing untuk turun ke masyarakat.

Babinkamtibmas akan terjun langsung ke setiap kelurahan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat.

”Untuk wilayah Tanjungpinang belum ada, untuk itu diminta kepada masyarakat untuk tetap tenang,” ujarnya.(Raymon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here