Belum Ada Stimulus di Kota Lama

0
190
Puluhan toko di Bestari Mal tutup

TANJUNGPINANG – Lima tahun terakhir, banyak usaha rumah toko (Ruko) di kawasan Kota Lama yang tutup. Diantaranya dari Jalan Merdeka, Bintan Mal dan juga Bestari Mal.

Pantauan Tanjungpinang Pos di Bestari Mal, dari 30- an toko yang ada di kawasan itu, hanya 10 ruko yang masih beraktivitas. Diantaranya dua toko baju, toko sepatu, toko buku, optik, kantor notaris dan juga kantor Lurah Tanjungpinang Kota untuk sementara.

Lurah Tanjungpinang Kota, Said menuturkan, bahwa lebih dari seratus toko yang sudah tutup di kawasan Kota Lama. Diantaranya, ada yang gulung tikar namun ada juga yang pindah membuka usaha di tempat lain.

Dituturkannya, di Jalan Merdeka saja, sesuai data yang dimilikinya sekitar 30 ruko sudah tutup. Begitu juga di Bestari Mal.
”Bahkan toko serba 10 ribu pun memilih tutup, mungkin karena pendapatannya tidak bisa menutupi biaya operasionalnya,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos.

Ia menilai, pengunjung atau pembeli di kawasan itu sudah sepi, sehingga para pedagang memilih tutup.

Dituturkannya, untuk sementara kantor pelayanan administrasi pindah di salah satu ruko lantai II, Bestari Mal karena kantor sebelumnya sedang diperbaiki.
”Sementara kami memberikan pelayanan di sini dulu,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua RT 1/6 Kelurahan Tanjungpinang Kota, Wison belum lama ini. Dituturkannya, ada sekitar 120 toko di Kota Lama yang tutup. Jumlah tersebut akumulasi dari 2017 sampai dengan pertengahan Februari 2018 ini.

Ia menilai, ekonomi semakin merosot. Itu dibuktikan dengan banyak usaha mikro yang tak berkembang maupun hidup. Menurutnya, ada beberapa hal yang membuat ekonomi lesu. Diantaranya mekanisme perizinan masuk dan keluarnya barang.

Selain itu, terkait perputaran uang yang sangat lemah karena APBD Kota Tanjungpinang lambat dijalankan. Ia berharap walikota dan wakil walikota terpilih bisa menghidupkan kembali ekonomi di Kota Lama, sesuai dengan janji kampanye.

Jika dibiarkan seperti ini, akan banyak yang toko tutup. Seperti diutarakan salah satu pemilik salon di kota Lama, bahwa jumlah pengunjungnya sangat sepi. Begitu juga dengan pedagang sepatu, bahkan ia menuturkan penurunannya sangat drastis.

”Kini penjualan kami paling 20 persen. Ini bukan untung tapi total penjualan bila dibandingkan empat tahun lalu. Kondisi saat ini sangat menyedihkan. Mudah-mudahan ada perubahan di tahun ini,” katanya berharap. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here