Belum Diresmikan, Sudah Dipakai

0
528
TINJAU pelabuhan: Gubernur Kepri, H. Nurdin Basirun meninjau pembangunan Pelabuhan Dompak, belum lama ini. Kini, pelabuhan tersebut mangkrak tak berfungsi. f-istimewa/humas pemprov kepri

Pelabuhan Dompak Hanya Tempat Transit

Dompak – Pelabuhan penumpang Dompak sudah dibangun namun belum rampung. Karena itulah, pelabuhan ini belum diresmikan dan tak bisa dimanfaatkan untuk umum.

Meski demikian, pelabuhan itu tetap dimanfaatkan para pejabat maupun DPRD Kepri yang tidak berdomisi di Tanjungpinang.

Hal ini disampaikan masyarakat Dompak, Ali yang sering kali melihat feri milik pejabat Pemprov Kepri parkir di pelabuhan itu.

”Sering. Setiap pagi atau pulang kantor, feri berlabuh di sana. Sedangkan masyarakat di sini acuh tak acuh saja, tidak mau pusing,” ujar Ali saat menceritakan hal itu, Rabu (8/2) di Dompak.

Bahkan, baru-baru ini gubernur beserta pejabat maupun anggota dewan juga menggunakan pelabuhan itu tempat naik turun ke feri saat akan berangkat ke Batam.

Warga menilai, pelabuhan itu dijadikan tempat naik turunnya penumpang mengingat lokasinya dekat dengan kantor gubernur dan kantor DPRD tempat mereka bekerja.

Menyikapi persoalan pelabuhan tersebut, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, menyampaikan, pelabuhan itu belum bisa dibuka untuk umum lantaran pihak Kemeterian Perhubungan belum serah terima aset ke Pemprov.

Kalau sudah diserahkan, maka apapun risiko dan perbaikan di dalam gedungnya akan menjadi tanggungjawab pemprov.

Ia sebagai kepala daerah menuturkan, masih terus berupaya memastikan pemerintah pusat agar aset pelabuhan tersebut tidak lama-lama didiamkan. Sebaiknya diserahkan saja ke pemprov.

”Kalau sudah diserahkan, maka yang belum rampung pasti akan kita rampungkan. Kalau mereka tidak mau serah terima aset, mereka ingin kelola sendiri, tentu kita bantu juga. Yang penting masyarakat menikmati,” beber Nurdin.

Kalau pun kendalanya karena pemerintah pusat ingin mengelola pelabuhan tersebut, maka pemprov bersama Organiasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sama-sama memikirkan profit dan publik servisnya.

”Saya rasa lahan tidak masalah. Mereka minta kita serahkan lahan, minta sertifikat lahannya, kok repot,” pungkasnya.

Pengoperasian pelabuhan tersebut menjadi pelabuhan umum yang bisa dimanfaatkan masyarakat belum tahu kapan akan terealisasi.

Selain belum sepenuhnya selesai dikerjakan, saat ini kondisi pelabuhan tersebut sudah mulai rusak dan masih ada yang harus ditata kembali.

Pantauan Tanjungpinang Pos belum lama ini di lokasi, fasilitas umum sempat ambruk lantaran cuaca hujan dan angin kenjang.

Kerusakan parah pelabuhan tersebut terlihat pada bagian atap depan pintu masuk pelabuhan. Hingga kini kondisi itu belum diperbaiki.

Dari pemberitaan sebelumnya, harusnya pembangunan pelabuhan itu rampung tahun 2016 lalu. Anggaran yang dialokasikan dari APBN tidak jadi dipakai lantaran masih terkendala masalah lahan.

Pihak Kementerian Perhubungan meminta agar pemprov menyerahkan lahan itu (hibah). Sedangkan pemprov menginginkan agar Kemenhub menghibahkan gedung itu.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here