Belum Dua Tahun, Jalan Sudah Rusak

0
186
KONDISI jalan penghubung Desa Sungai Ulu-Binjai yang telah diaspal tahun 2017 lalu kini sudah mulai rusak. f-hardiansyah/TANJUNGPINANG POS

NATUNA – Belum genap dua tahun, jalan penghubung Desa Sungai Ulu ke Desa Binjai sudah rusak di beberapa titik. Padahal, jalan yang jarang dipergunakan itu belum lama di aspal.

Rizki warga Sungai Ulu menuturkan, jalan tembus dari desa ke desa itu dibangun sekitar tahun 2016 akhir. Namun, kondisinya kini sudah rusak dan ada juga yang ditambal sulam.

”Aneh saja, jalan yang jarang dilalui kendaraan besar bisa rusak. Padahal baru diaspal sekitar tahun 2017 lalu,” kata Rizki saat ditemui di Jalan Bukit Arai, Selasa (28/8).

Jalan antardesa yang dibangun dengan menggunakan APBD Provinsi tersebut terkesan sia-sia, padahal masih banyak jalan yang sangat proritas bagi masyarakat khususnya di Ibukota Natuna yakni Ranai.

”Pembangunan jalan tembus antardesa itu sangat dipaksakan, padahal masih banyak di Kota Ranai yang perlu dibangun. Ini malah di pinggiran desa yang jauh dari penduduk,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, bahwa pembangunan yang menelan anggaran sekitar Rp6 miliar lebih itu jarang sekali dilalui oleh kendaraan. Hal senada juga dikatakan oleh Anto warga Binjai, bahwa jalan yang dibangun itu terkesan mubazir.

Menurutnya, bebih baik anggarannya diperuntukkan membetulkan jalan tembus antara Desa Binjai ke Desa Cemaga yang sudah sangat rusak parah.

”Sayang sekali anggaran besar tapi tidak tepat peruntukannya. Padahal ada juga jalan yang sudah rusak parah selama 5 tahun lebih belum juga diperbaiki,”

Ia berharap agar pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah bisa lebih mengutamakan kepentingan masyarakat bukan malah membiarkan yang rusak dan membangun yang baru.

”Ya mudah-mudahan pemerintah bisa berpikir untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya, bukan malah memikirkan yang penting ada proyek,” tandasnya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here