Belum Final, Petahana Dikeroyok Sembilan Bacakades

0
326
KETUA panitia pemilihan kepala desa Gunung Kijang Siregar, berkonsultasi dengan Plt Camat Gunung Kijang Arief Sumarsono, Rabu (17/10) kemarin. F-yendi/TANJUNGPINANG POS

ADD Jadi Rebutan, Pilkades Gunung Kijang Pecahkan Rekor

BINTAN – Bicara pemerintah desa, kini tidak lagi menjadi hal yang ’kampungan’. Justru, desa sudah menjadi rebutan, maklum Alokasi Dana Desa (ADD) miliaran rupiah. Buktinya, saat pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Bintan, jumlah bakal calon kades (bacakades) yang mendaftar melebihi target.

Saat ini, tahapan Pilkades serentak tahun 2018 sudah memasuki tahap akhir pendaftaran bacakades. Hanya di Toapaya Utara yang terdiri dari 2 orang calon. Sementara, 12 desa lainnya, panitia pemilihan menerima berkas bakal calon yang cukup banyak. Meski batas maksimal pada pemilihan nanti, hanya 5 orang.

”Dari 13 desa se-Bintan yang melaksanakan Pilkades sekarang, Desa Gunung Kijang lah yang memecahkan rekor. Jumlah bakal calon kepala desanya ada 10 orang,” kata Arief Sumarsono, usai mengadakan koordinasi dengan panitia Pilkades Gunung Kijang, Rabu (17/10) kemarin.

Sepuluh orang bacakades Gunung Kijang yang mendaftar itu antara lain Idris, Agus Priyanto, Mohadi, Sujarwo, Sukur, Daniel Lede Bulu, Fransiskus Waso, Magak, A Zaini dan calon petahana (incumbent) La Nade.

”Sepertinya calon petahana dikeroyok sembilan calon lainnya,” ujarnya.

Tapi, 10 bacakades ini belum final untuk mengikuti Pilkades Gunung Kijang. Karena, panitia pemilihan akan menyerahkan berkas ke Pemkab Bintan, untuk diseleksi tambahan. Nantinya, lima orang akan ditetapkan calon tetap. Sedangkan lima orang bacakades akan gugur.

Siregar selaku Ketua Pilkades Gunung Kijang mengatakan, pihaknya akan mengumumkan 10 nama bacakades Gunung Kijang kepada warga, untuk diminta tanggapan. Jika tidak ada sanggahan, panitia segera menyerahkan berkas calon kepada Bagian Pemerintahan Setdakab Bintan, selaku panitia pemilihan kepala desa di tingkat Kabupaten Bintan.

”Pemkab yang akan menyeleksi, siapa lima calon yang berhak ikut di Pilkades Gunung Kijang nanti. Dari 13 desa yang melaksanakan Pilkades, di desa kami la yang paling banyak bakal calon yang mendaftar, sampai 10 orang,” sebut Siregar.

Selain di Gunung Kijang, ada dua desa yang menerima berkas pendaftaran calon kades, lebih dari 5 orang. Yaitu di Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong dan Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir.

Tidak hanya jumlah bakal calon yang banyak pada Pilkades di Kabupaten Bintan ini. Figur yang mencalonkan diri juga bervariasi. Tak cukup orang baru, incumbent pun masih tertarik untuk menjabat sebagai kepala desa. Bahkan, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bintan ikut mendaftarkan diri.

Untuk calon incumbent syaratnya melampirkan surat pengunduran diri, setelah Pemkab menerbitkan keputuan tentang Pilkades serentak tertanggal 23 Mei 2018. Kemudian, incumbent juga melampirkan laporan pertanggungjawaban kinerjanya pada periode sebelum.

”Kami berharap Pemkab Bintan maupun panitia pemilihan, lebih fair dalam proses verifikasi calon nanti. Karena, ada indikasi calon incumbent tidak sesuai dengan persyaratan ini,” kata Ono, seorang warga Toapaya, belum lama ini. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here