Belum Semua Guru PAUD Dapat Insentif

0
152
Aksi ribuan peserta didik TK dan PAUD se Kota Tanjungpinang bersama tenaga pendidik. F-Istimewa

TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang akan memberikan insetif kepada guru PAUD di Kota Tanjungpinang, hanya saja belum semua terakomodir.

Hal ini meninggalkan luka dan tanda tanya kepada sebagian yang diprediksi tidak dapat. Rencananya direalisasikan di tahun ini melalui APBD Kota Tanjungpinang.

Informasinya hanya 200 guru yang akan menerima insetif dari 314 yang diusulkan. Setiap guru nantinya akan menerima Rp1 juta per tiga bulan atau Rp4 juta per tahun.

Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj Rahma menuturkan, belum mengetahui jika tidak semua guru yang tergabung di Himpaudi tidak menerima insetif.

“Setahu saya, sesuai data yang diterima dari Ketua Himpaudi dan diusulkan ke Dinas Pendidikan itu 314 orang. Kalau jadi 200 penerima saya akan tanya kembali,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (28/5).

Dituturkannya, idelanya semua guru yang diusulkan dan memenuhi syarat harus menerima insetif tersebut. Seperti berita sebelumnya, harus mengajar di lembaga PAUD tersebut minimal satu tahun dan terdaftar di Dapodik.

Bila syarat ini sudah terpenuhi, maka guru tersebut berhak menerima insetif sebagai salah stau program Santunan Syahrul-Rahma kepada masyarakat (Sama-sama).

“Nanti saya tanyakan kembali dulu yah,” tuturnya.

Ketua Himpaudi Kota Tanjungpinang, Aziz menuturkan, sudah mengusulkan 314 guru yang tergabung di Himpaudi menerima insetif.

Informasi yang diterima sekarang, hanya 200 guru yang akan menerima insetif, berarti sekitar 114 guru yang tidak terakomodir.

Dituturkannya, yang melakukan verifikasi terkait guru yang menerima atau tidak itu dari Dinas Pendidikan.

“Kami mengusulkan semua, alasan anggaran kuota untuk tahun ini 200 orang saja,” tuturnya.

Terkait kebijakan ini, ia menyerahkan kepada Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang sebagai penyelenggaran.

“Kami bersyukur dapat bantuan insetif, sesuai janji kampanye, namun kalau terbatas begini kami hanya menerima saja,” tuturnya singkat.

Kabid PAUD, TK Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Elisa menuturkan, kuota penerima bantuan terbatas. Bagi mereka yang belum dapat akan diusulkan di tahun berikutnya.

Pembatasan ini, kata dia berdasarkan ketersediaan anggaran, maka pihkanya melakukan verifikasi dengan memberikan kriteria penerima.

Salah satu Guru PAUD mengaku kecewa tidak menerima bantuan insetif. Padahal ia dan beberapa rekan lainnya sudah mengajar di lembaga tersebut sekitar tiga tahun terakhir.

“Kami masuk dalam Dapodik, tahun ini dinyatakan tidak menerima
bantuan,” tuturnya.

Bila menunggu tahun depan, ia khawatir pemerintah tidak akan mengalokasikan sesuai kebutuhan lagi melainkan alasan kemampuan anggaran. Terkait persoalan ini, ia berharap wali kota dan wakilnya bisa memberikan solusi. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here