Belum Serah-Terima, Taman Revolusi Mental ’Dihiasi’ Sampah

0
772
SEBAGIAN fasilitas taman Revolusi Mental hancur dan dipenuhi sampah, Jumat (9/2) kemarin. Selain itu rumput di kawasan publik ini tidak dirawat.F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – TAMAN Revolusi Mental di kawasan Bintan Centre, Kota Tanjungpinang berbeda dibandingkan taman kota lainnya. Jika taman di tempat lain dipenuhi tanaman hias, di taman Revolusi Mental ini justru ‘dihiasi’ sampah. Padahal, proyek ratusan juta ini belum dilakukan serah-terima dari kontraktor kepada pemerintah.

Taman Revolusi Mental yang dibangun dengan anggaran tak sedikit ini, sudah tak terawat. Sehingga taman yang berada di Terminal Sungai Carang Bintan Centre Tanjungpinang, dipenuhi sampah hingga ditumbuhi rumput menjulur tinggi.

Pantauan Tanjungpinang Pos, Jumat (9/2) kemarin, taman ini banyak berserakan sampah. Kemudian, pohon pelindung di taman tersebut tidak terawat, sehingga daun kering banyak bertaburan di kawasan taman. Parahnya lagi, banyak plastik bekas pembungkus makanan dan minuman yang berserakan di taman tersebut.

Baca Juga :  Camat Tanjungpinang Timur Hengkang ke Pemprov

Yanto seorang warga mengatakan, taman Revolusi Mental ini tak bisa digunakan atau dimanfaatkan pengunjung, akibat kumuh. Hendaknya, taman ini dirawat dengan baik. Supaya taman tidak terlihat kotor.

”Macam tak terawat gitu tamannya. Kalau sudah ada yang rusak, baru sibuk diperbaiki dan sebagainya,” kata Yanto, saat berbincang dengan awak media ini di Terminal Sungai Carang, kemarin.

Ia berharap, pihak terkait untuk segera membersihkan sampah yang berserakan di taman, sebelum kondisi taman lebih parah. Perlu dilakukan pengecekan fasilitas di taman tersebut.

Baca Juga :  Kelurahan Batu IX Budayakan Aksi Goro

”Tak masalah, kalau tak ada fasilitas yang rusak. Kalau ada yang rusak, gimana? Kan percuma dibangun, hamburkan uang rakyat saja,” terang dia.

Yadi, warga lainnya mengatakan, taman tersebut difasilitasi permainan seperti panjat tebing dan sarana bermain anak. Namun, pengelolaan fasilitas itu tidak jelas.

”Kami tidak tahu, kenapa orang yang biasa pakai fasilitas itu, sekarang sudah tidak ada lagi. Mungkin karena pengelolaan tak bagus,” ujarnya.

Fasilitas Percontohan ruangan terbuka publik revolusi mental yang dikerjakan CV Nabila Permata, belum diserahkan ke Pemko Tanjungpinang. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang, Amrialis.

Baca Juga :  Sinar Bahagia Bangun TPS di Pasar Bincen

”Belum ada diserahkan ke kita. Kalau diserahkan ke kita, tak mungkin tidak kita rawat. Kita pasti jaga dan merawat taman milik Pemko Tanjungpinang,” singkat Amrialis.

Taman tersebut telah menelan anggaran sebesar Rp 480.018.000. Dana tersebut berasal dari APBN tahun 2017 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (ANDRI – YENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here