Belum Tuntas, Tapi Berkurang

0
711
Kepala Dinas PUPR Tanjungpinang melihat pekerjaan membersihkan drainase di kawasan THI tepatnya di samping RM Sederhana, Kamis (13/12) pagi.

TANJUNGPINANG – Dinas Pekerjaan Umum Pemko Tanjungpinang mulai membersihkan drainase yang tersumbat di daerah Batu 9.

Pekerjaan ini akan mengurangi ketinggian banjir di daerah itu terutama yang menggenang kawasan Taman Harapan Indah (THI) Batu 9.

Kadis PUPR Tanjungpinang, Hendri menuturkan, pihaknya sudah mengidentifikasi persoalan banjir di Tanjungpinang termasuk daerah Batu 9.

Ada beberapa persoalan yang perlu diselesaikan.
Diantaranya penanganan drainase yang tertutup di belakang bangunan Karaoke Bagio. Menurutnya, ini perlu dibersihkan bila tidak, saat hujan turun air meluap ke jalan.
Terkait genangan air berwarna kecokelatan, Hendri menuturkan itu dari tanah pembangunan perumahan di belakang kawasan itu. Ia pun mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pengembang agar menurunkan alat membersihkan lokasi itu.

Selain itu, Hendri menuturkan ada warga yang menutup box culvert yang terletak di Traffic Light Batu 9 tersebut, tujuannya agar air tidak meluap ke kawasan THI.

Baca Juga :  Ini Nama-nama Pejabat Dilantik

Hendri menuturkan, pembangunan box culvert di kawasan itu, pekerjaan dari Pemprov Kepri yang penyelesaikannya juga akan dikomunikasikan melalui rapat bersama.

”Kalau drainase di belakang THI sebenarnya tidak masalah. Bagus. Hanya saja jalurnya tersumbat,” ujarnya saat turun ke lapangan, Kamis (13/12).

Hendri menurunkan satu unit alat berat eskavator untuk membersihkan drainase di kawasan THI tersebut.

Menurutnya, ke depan perlu dibuatkan aliran pembuangan terpadu ke Sungai Carang.
Dituturkannya, penangan sekarang belum maksimal menyelesakan banjir di kawasan itu, namun diyakini akan menurunkan ketinggian air di daerah itu.

”Minimal debit airnya tidak akan setinggi kemarin lagi,” tuturnya.

Begitu juga persoalan banjir di Perumahan Taman Seraya I, Batu 9 yang baru-baru ini ditangani. Kini, saat hujan turun genagangan air tidak setinggi sebelumnya.

Meski demikian, menurutnya perlu pembuatan crossing atau gorong-gorong maupun sejenis box culvert untuk mengalir air ke kawasan Sei Carang.

Baca Juga :  Pelantikan Pejabat Pemprov Dulu Baru Pejabat Pemko

”Kami akan melakukan koordinasi dengan Satker meminta bantuan pelebaran box culvert atau pembangun untuk berikutnya di depan SBUP tersebut,” paparnya.

Terkait pembahasan rencananya akan dilaksanakan, Hari ini, Jumat (14/12).
Terkait alokasi anggaran pekerjaan sekarang, ia menuturkan tidak menggunakan anggaran khusus, hanya memanfaatkan alat yang ada.

”Kita kan ada alat. Kawasan yang ada kaitannya dengan pengembang kita minta juga bertanggungjawab. Hanya menggunakan dana bensin aja,” paparnya.

Begitu juga pekerjaan di Jalan Bhayangkara, Gang Sepat kemarin.
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj Rahma menuturkan, banjir menjadi momok bagi warga, khususnya yang rumahnya tergenang air saat hujan.

Ia pun meminta OPD terkait serius mengidentifikasi persoalan dan menyampaikan anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan.

”Saya dengan Ayah Syahrul tentu tidak tahu teknis persoalan banjir. Maka saya meminta OPD terkait untuk menyampaikan serta menjadi tantangan untuk menyelesaikan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos.

Baca Juga :  Senggarang Mati Suri

Menurutnya, banjir menjadi salah satu prioritas yang harus diselesaikan. Ia pun meminta OPD terkait melakukan koordinasi ekstra meminta bantuan melalui APBN maupun APBD Provinsi Kepri.

Untuk diketahui, anggaran penanganan banjir 2019 senilai Rp9 miliar sudah termausk master plan senilai Rp600 juta. Angka ini terbilang kecil bila dibandingkan estimasi kebutuhan senilai Rp65 miliar.

Banjir di Tanjungpinang sudah lama. Hingga kini, belum juga bisa terselesaikan. Begitu juga dengan beberapa kawasan lainnya. Persoalan ini pun sudah lama disampaikan ke OPD terkait hingga kepala daerah. Penanganannya belum maksimal dan sebatas membersihkan drainase. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here