Belum Waktunya Pas Pelabuhan Naik

0
862
Ade Angga

PT Pelindo Cabang Tanjungpinang kembali akan menaikkan pas pelabuhan terminal internasional Sribintan Pura dari Rp 13 ribu jadi Rp 55 Ribu (WNA) dan Rp 35 ribu (WNI) per 1 Juni. Dan, mulai I Juni juga BUMD Tanjungpinang resmi mengelola pas pelabuhan.

TANJUNGPINANG – Ketua Indonesia National Ship Owner’s Association (INSA) Tanjungpinang Selamet Budiman, minta kepada PT Pelindo Tanjungpinang baiknya harus terbuka kepada masyarakat.

Apa alasan pas pelabuhan internasional harus naik? Dan, berapa dana hasil yang diterima oleh BUMD Tanjungpinang? Apakah hadirnya BUMD sebagai pengelola pas pelabuhan penyebab tarif pas pelabuhan naik.

”Wajar kalau masyarakat menolak, karena masyarakat tidak tahu, untuk apa pas pelabuhan naik sebesar itu,” tegasnya, kemarin.

Ia bersyukur Pelindo mulai bangun di kawasan pelabuhan, tapi alangkah baiknya pembangunan terminal internasional sudah selesai baru waktu tetap untuk menaikan pas pelabuhan naik. Jangan sampai ada kesan, kenaikan pas pelabuhan untuk membiayai pembangunan yang sedang berlangsung.

”Kita akui memang sudah lama pas pelabuhan tak naik. Tapi, apakah dengan kondisi seperti ini, situasi ekonomi saat ini sudah tepat untuk menaikkan, kita harap Pelindo terus mengkaji yang terbaik untuk masyarakat,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga secara pribadi menolak rencana kenaikan tarif pas pelabuhan yang cukup tinggi. Ade beralasan belum saatnya Pelindo menaikan tarif, karena melihat sarana dan prasana yang tersedia di terminal belum maksimal.

Baca Juga :  Batu 8 jadi Pusat Ekonomi Baru

”Kita minta kepada Pelindo selesaikan dulu pembangunan baru naikan pas pelabuhan,” kata Ade Angga.

Politisi Golkar melihat bila Pelindo tetap memaksakan diri untuk menaikkan tarif pas pelabuhan per 1 Juni ini, maka masyarakat bisa mempertanyakan, Pelindo tak memiliki dana untuk membangun terminal internasional. Dengan memaksa kenaikan, berarti Pelindo mengunakan uang pas pelabuhan yang ditolak masyarakat

Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Reni yang mengaku keberatan kenaikan pas pelabuhan itu. Menurutnya waktunya kurang tepat, sebab kini pelabuhan tahap pembangunan.

”Saya bukan tidak setuju ada kenaikan tarif, tetapi perlu dibenahi dahulu fasilitasnya. Kedua terkait besaran juga belum selesai diputuskan bersama dalam rapat kemarin dengan komisi II DPRD Tanjungpinang dan DPRD Provinsi Kepri Dapil Tanjungpinang,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Senin (22/5).

Ia meminta PT Pelindo menunda kenaikan sampai dengan pelabuhan selesai dibangun dan dilengkapi dengan sarana yang baik dan nyaman. Bila masih seperti saat ini, maka diyakini akan ditolak berbagai kalangan. Sebab pelabuhan itu pintu perwajahan Tanjungpinang, bila tarifnya besar namun kondisinya tak baik akan menjadi perbincangan.

”Kita minta ditunda saja kenaikan. Khawatirnya jika sekarang sudah naik, nanti sudah selesai pembangunan PT Pelindo akan menaikkan tarif lagi. Jadi selesai saja baru menaikkan,” tuturnya.

Baca Juga :  Pengoplos Beras Diincar

Bila tetap memilih menaikkan, solusinya dilakukan secara bertahap. Sebab informasinya pembangunan baru akan selesai di 2019 mendatang. Ia mencotohkan, dari Rp 13 ribu menjadi Rp 25 ribu per orang.

Ini juga tidak dilakukan pada 1 Juni, melainkan pembangunan tahap pertama selesai yang direncanakan Agustus ini. Jika 2018 ada pembangunan dan diselesaikan maka dapat dinaikan menjadi Rp 35 ribu. Begitu seterusnya sampai dengan selesai baru memberikan harga sesuai dengan ketetapan direksi.

”Harga ini contoh yah, tapi waktu diundang rapat berasa di Pelindo Medan akan ada pembangunan di Pelabuhan SBP Tanjungpinang. Saya kira jika ingin menaikkan tidak bisa sekaligus, tetapi bertahap. Bila tak ingin bertahap maka sebaiknya ditunda sampai dengan pembangunan selesai,” tuturnya.

Ia meminta PT Pelindo jangan memikirkan keuntungan, tetapi juga pelayanan. Jika pelayanan baik dan bagus, ia yakin masyarakat siap menerima kenaikan harga.

”Ini tinggal perbaikan saja, jika sudah bagus saya yakin masyarakat siap dan mau, begitu juga dengan pelaku usaha travel,” tegasnya.

General Manager (GM) PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang, I Wayan Wirawan, saat dikonfirmasi, belum mau berbicara banyak.

Baca Juga :  220 Gram Sabu Diamankan Tim F1QR

”Kalau mau buat beritanya, ketemu saya aja di kantor. Tak baik baik via telpon,” kata dia singkat.

Sebelumnya, I Wayan Wirawan pernah mengatakan kenaikan tarif pas Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) akan diberlakukan1 Juni mendatang. Diantaranya untuk Pelabuhan Internasional bagi penumpang WNA dikenakan Rp 55 ribu dan WNI Rp 35 ribu.
Sedangkan Pelabuhan Domestik untuk penumpang maupun penjemput dan pengantar Rp 5 ribu.

Sebab kenaikannya sudah disepakati oleh semua pihak sewaktu rapat bersama di Hotel CK Tanjungpinang 15 Maret lalu.
Dikatakan I Wayan, pemberlakukan kenaikan tarif itu sudah disetujui oleh PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Pemko Tanjungpinang dan DPRD Tanjungpinang.

Kemudian juga didukung dari berbagai pihak lainnya. Yaitu Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Asita, KNPI, LSM dan Ormas serta tokoh masyarakat setempat. Dengan kenaikan tarif pas itu, kata I Wayan PT TMB akan mendapatkan keuntungan dari pembagian hasil sebesar 15-20 persen.

Pembagian hasil tarif itu dilakukan sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS) kedua belah pihak. Yaitu selama dua tahun mulai dari 2017 sampai 2019 mendatang.(ABAS-DESI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here