Benahi Taman Budaya, Jadi Ikon Pariwisata

0
776
TAMAN BUDAYA: Inilah salah satu rumah adat di Taman Budaya Senggarang yang tidak terawat. f-andri/tanjungpinang pos

SENGGARANG – Kondisi Taman Budaya atau rumah adat Raja Ali Haji di Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota sangat memperihatinkan.
Pasalnya Pemko Tanjungpinang tidak lagi mengurus taman yang memiliki tujuh bangunan rumah adat dan miniatur Masjid Penyengat tersebut. Taman ini mulai diresmikan tahun 2011 lalu.

Mantan Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Bobby Jayanto, meminta kepada Pemko Tanjungpinang untuk membenahi Taman Budaya tersebut. Supaya, Taman Budaya ini nantinya bisa jadi ikon pariwisata baru di Tanjungpinang. ”Sayang Taman Budaya ini tidak diurus baik oleh pemerintah. Kalau dibagusin dan dipercantik, nanti turis mancanegara bisa diajak jalan-jalan ke sana,” kata Bobby Jayanto, kemarin.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ini, yakin turis akan datang ke Taman Budaya, bila taman itu sudah dibagusin. Ke depannya, di Senggarang bisa jadi tempat wisata baru. Sebab, ada kelenteng tertua, umurnya sudah 300 tahun lebih. Di Senggarang juga bisa dijadikan wisata argo. Lokasinya, bisa dimanfaatkan di Bukit Manuk ”Pemerintah pusat terus memberikan kemudahan bagi turis mancanegera masuk ke Indonesia. Tapi, kita di Tanjungpinang tidak menyediakan sarana dan prasana atau ikon baru pariwisata. Sangat disayangkan,” bebernya.

Mantan Ketua DPRD Tanjungpinang ini, membeberkan, kalau ada turis mancanegara dari Lagoi, Bintan, kalau ke Tanjungpinang hanya ke wisata patung 1000 saja. Kalau tida, ada turis hanya membeli buah-buahan di simpang Batu L dekat jembatan belakang Polres. Coba Taman Budaya dibagusin, turis pastik akan berkunjung ke lokasi Taman Budaya itu. ”Turis juga bosan melihat itu-itu saja objek wisatanya. Harus ada objek wisata baru di Tanjungpinang,” tegasnya.

Ia juga membeberkan, kenapa turis mancanegara tak mau ke Penyengat. Pertama, karena jenis transportasinya tidak menyakinkan bagi turis. Baiknya, pemerintah membuat transportasi khusus turis dari Tanjungpinang-Penyengat. ”Kalau kita naik pompong seperti yang ada sekarang ini, ya kita tak takut karena sudah biasa. Tapi, kalau turis melihat pompong begitu-begitu, pasti ia takut karena tak biasa,” tegasnya.

Ia yakin, bila ada transportasi baru ke Penyengat khusus untuk turis, maka ia memprediksikan, turis banyak ke Penyengat. ”Transportasinya harus nyaman dan bersih untuk turis,” harapnya. (bas) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here