Bendahara Dinas Sosial Dituntut 4 Tahun

0
569
Raja M Rizal, mantan Bendahara di Dinas Sosial dan Pemakaman usai sidang di PN Tanjungpinang.f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Raja Muhammad Rizal, mantan menjabat sebagai Bendahara di Dinas Sosial dan Pemakaman (Dinsoskam) Batam tahun 2015, hanya dituntut 4 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Kamis (8/3).

Raja Muhammad Rizal didakwa korupsi untuk 15 kegiatan di anggaran Dinsos Batam, mengakibatkan kerugian negara Rp 1.505.990.249. Hasil korupsi itu, diakui terdakwa dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

Dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ryan Anugrah menyebutkan, meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman selama 4 tahun penjara. Terdakwa Raja Muhammad Rizal terbukti bersalah melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga :  Kunjungan ke Perpustakaan Mulai Meningkat

”Menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan,” katanya.

Selain hukuman penjara, terdakwa juga dituntut mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 1.505.990.249. Jika tidak dapat membayar, maka harta benda milik terdakwa akan disita negera. Dan apabila harta benda miliknya tidak mencukupi makan akan diganti dengan hukuman 1 tahun penjara.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang didampingi penasehat Hukum (PH) Sri Ernawati menyampaikan akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) secara tertulis. Permohonan pengajuan pledoi itu, sementara itu majelis hakim, Guntur Kurniawan, Corpioner dan Suherman dengan menunda sidang selama satu pekan.

Baca Juga :  JCH Perdana Berangkat 6 Juli

”Uang korupsi itu digunakan terdakwa untuk membayar uang sekolah (kuliah), utang pribadi, zakat pegawai Dinsoskam yang sebelumnya telah dipergunakan dan beberapa keperluan pribadinya,” ujar Ryan usai sidang tuntutan.

Sebelumnya, Kejari Batam melakukan penahanan terhadap tersangka setelah dilakukan pemeriksaan secara intens oleh penyidik. Di mana, Raza Muhammad Rizal sudah ditetapkan tersangka sekitar enam bulan lalu, bahkan tiga kali mangkir dalam pemanggilan pemeriksaan.

Uang Rp1,5 miliar lebih yang diselewengkan tersangka bersumber anggaran tahun 2015 untuk 15 kegiatan. Salah satunya kegiatan RTLH yang mencapai Rp 1,1 miliar. Di mana, uang tersebut merupakan dana sisa kegiatan yang tidak disetorkan oleh tersangka ke kas daerah.

Baca Juga :  Kalau Sudah Tiada, Baru Terasa

Tersangka ini memalsukan beberapa tanda tangan seolah-olah dana sisa kegiatan yang diselewengkannya sudah disetor ke kas daerah. Padahal, uang itu dipergunakan tersangka untuk keperluan pribadinya, untuk berfoya-foya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here