Bendungan Meluap, Desa Ulu Maras Terendam

0
825
TERENDAM BANJIR: Warga Desa Ulu Maras saat kebanjiran akibat meluapnya bendungan Dapit saat hujan deras semalaman.F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

ANAMBAS – HUJAN deras hujan yang turun membuat bendungan air di Dusun Dapit meluap. Sehingga air bendungan membanjiri pemukiman warga di Desa Ulu Maras, Kecamatan Jemaja Timur.

Warga Desa Ulu Maras membutuhkan bantuan seperti makanan, obat-obatan akibat bencana tersebut. Kini sebagian warga masih mengungsi ke rumah kerabat terdekat untuk menghindari banjir susulan.

Hujan mengguyur Pulau Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur, mulai dari pukul 17.00 pada Selasa (2/1) hingga kesokan harinya. Sebagian rumah warga di Desa Ulu Maras tergenang air atau banjir.

Warga pun berharap, semua pihak dapat memberi bantuan baik materil maupun non materil. Pastinya, warga membutuhkan makanan dan obat-obatan.

Baca Juga :  Polisi Temukan Barang Kadarluarsa

”Kita sangat membutuhkan sejumlah bantuan, baik dari Pemda maupun pihak lain dan masyarakat pada umumnya. Sebab, untuk mengurangi beban dari korban banjir,” kata Mudahir, selaku Ketua DPC KNPI Kecamatan Jemaja ketika dihubungi, Rabu (3/1).

Mudahir menjelaskan, informasi yang didapatkan bahwa saat ini air masih bertahan dan ada sekitar 4 unit rumah yang masih tergenang air. Sementara rumah warga lainnya sudah aman dan bahkan pemilik rumah sudah bisa membersihkan rumahnya.

Ia juga tidak menyangka akan terjadi hal semacam ini, meskipun hujan lebat sedikit kemungkinan mengalami banjir. ”Mudah-mudahan bantuan segera tiba dan Alhamdulillah hujan sudah mulai reda dan air juga mulai surut. Hanya 4 unit rumah saja yang masih terendam air,” jelas Mudahir.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Petani Tanam Pala

Selain banjir dipemukiman warga, di sana juga mengalami tanah longsor yang berada disekitar area masjid Desa Bukit Padi dan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ulu Maras.

Menurutnya, kejadian semacam ini harus segera ditindak lanjuti oleh Pemerintah Daerah dan stakeholder lainnya dapat saling membantu bagi para korban. Ia mengkhawatirkan, jika penanganan lamban akan menimbulkan masalah baru seperti penyakit kulit atau lainnya.

”Bukan hanya banjir saja kemarin, sebagian tempat ada mengalami tanah longsor tapi beruntung tidak ada korban jiwa. Pemda dan semua pihak segera dapat mengatasi persoalan tersebut,” pungkasnya.

Baca Juga :  Desa Pesisir Timur Butuh Akses Jalan

Musim utara yang sedang berlangsung, tidak hanya didominasi gelombang tinggi dan angin kencang. Namun warga juga mengkhawatirkan longsor, yang dikarenakan curah hujan yang masih tinggi.

Dengan meluapnya bendungan Dapit tersebut, warga lebih memilih mengungsi di tempat yang aman. Sebab, cuaca sedang tidak bersahabat dan awan sebagian menghitam dan dikhawatirkan hujan turun kembali.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here