Bentengi Siswa dengan Agama

0
350
SEKDAPROV Kepri TS Arif Fadillah foto bersama usai pelantikan pengurus JSIT Provinsi Kepri di Hotel Comfort, Kamis (18/1). Hari itu digelar juga Rakerwil JSIT IV Provinsi Kepri selama dua hari. F-istimewa/humas pemprov kepri

Sekdaprov Hadiri Pelantikan Pengurus JSIT Kepri

Drs Muqtafin MPd kembali memimpin Ketua JSIT (Jaringan Sekolah Islam Terpadu) Provinsi Kepri periode 2017-2021. Ketua dan pengurus JSIT Kepri dilantik Ketua JSIT pusat, H.Mohammad Zahri M.Pd di Hotel Comfort Batu 10 Tanjungpinang, Kamis (18/1).

Tanjungpinang – Hadir Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah dalam pelantikan itu. Hadir juga sejumlah ketua yayasan Sekolah Islam Terpadu (SIT) se-Kepri, para kepala sekolah dan undangan lainnya. Setelah pelantikan itu, langsung digelar musyawarah kerja wilayah (Muskerwil) IV JSIT Kepri selama dua hari mulai, Kamis kemarin hingga Jumat (19/1) hari ini.

Muqtafin mengatakan, seiring perkembangan SIT di Kepri, saat ini sudah ada 34 sekolah yang resmi bergabung di JSIT Kepri terdiri dari RA-IT (11 unit), SDIT (14 unit), SMPIT (8 unit) dan SMAIT (1 unit) Al Bakti di Batam.

Dari segi jumlah, kata dia, jumlah sekolah IT di Kepri masih kalah jauh dibandingkan di Pulau Jawa. Meski demikian, perkembangan sekolah IT di Kepri ini cukup pesat karena terhitung baru beberapa tahun.

Ia juga berharap peran serta pemerintah daerah untuk turut mendukung mereka dalam mengembangkan sekolah berbasis agama ini untuk menciptakan generasi Kepri yang mampu dari segi pengetahuan serta memiliki akhlak mulia. Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah mengatakan, Kepri ini berada di daerah yang geografisnya 96 persen lautan dan hanya 4 persen daratan. Kepri berbatasan dengan Malaysia, Kamboja, Singapura dan Vietnam.

Berbatasan dengan negara lain ada dampak positif dan negatif. Dampak positifnya, investasi mudah masuk ke Kepri sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Kalau ada positif, tentu ada negatifnya. Yang negatifnya, pintu masuk aktivitas ilegal banyak. Dijaga di sini, dibuka pelabuhan tikus di sana. Susah menjaganya,” jelasnya. Karena itu, generasi muda di Kepri harus benar-benar dijaga termasuk membentengi siswa agar tidak rusak akibat perkembangan teknologi saat ini.

Memang, kata Arif, perkembangan zaman tidak bisa dihindari, namun efek negatifnya harus bisa dijaga jangan sampai menggerus potensi masa depan anak-anak Kepri.

”Karena itu, kehadiran sekolah Islam seperti ini membantu pemerintah dan masyarakat menciptakan siswa yang memiliki pengetahuan umum dan dibekali ilmu agama yang kuat,” jelasnya.

Terkait peran pemerintah untuk membangun swasta, Pemprov Kepri selama ini selalu memperhatikan swasta. Sekolah Islam Terpadu di Tanjungpinang juga mendapat bantuan pembangunan ruang kelas baru. Namun, bantuan yang diberikan tidak bisa banyak-banyak mengingat masih banyak swasta lainnya yang butuh perhatian pemerintah.

Ia pun berharap agar sekolah-sekolah yang bernaung di JSIT Kepri ini makin meluas. Mohammad Zahri mengatakan, saat ini sekitar 2.150 sekolah yang tergabung di JSIT se-Indonesia. Jumlah siswanya mencapai 40 ribu lebih dan jumlah guru sekitar 12 ribu.

”Jika dilihat dari jumlah itu, maka perbandingan guru dan murid 1:10. Satu guru mengajari 10 siswa. Kami hadir di semua provinsi di Indonesia dan terakhir di Sulawesi Utara. Kami ada di 337 kabupaten/kota se-Indonesia atau 66 persen,” jelasnya.

Dia mengakui, usia JSIT ini baru 14 tahun. Namun, sudah sangat banyak sekolah dan siswanya. Hanya saja, kata Mohammad Zahri, yayasan lain sudah ada yang berusia puluhan hingga seratusan tahun. ”Kerja keras tak cukup bagi kita. Yang lain sudah berusia puluhan tahun bahkan ratusan tahun mengelola pendidikan. Makanya, kita harus kerja keras, kerja keras dan kerja keras,” jelasnya.

Selain pertumbuhan kuantitas, maka kualitas juga harus terus ditingkatkan. Peningkatan kompetensi guru terlebih utama harus dilakukan. Apalagi, banyak guru di JSIT yang basic pendidikannya bukan keguruan. ”Tapi semangat mengajar mereka sangat tinggi,” ungkapnya lagi. Hadir saat itu Kepala SDIT As-Sakinah 2 Tanjungpinang Fadillah dan Kepala SDIT As-Sakinah 1 Tanjungpinang serta sejumlah siswa mereka.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here