Bentuk Penghargaan, HM Sani Dipakai Nama Jalan

0
77
WAKIL Gubernur Kepri H Isdianto meresmikan nama Jalan HM Sani di Pusat Tahfidz Al Quran Dusun Nyiur Permai Moro Karimun, Kamis (29/11) petang. f-istimewa/humas pemprov kepri

KARIMUN – Wakil Gubernur Kepri H Isdianto menggelar silaturahim bersama masyarakat Dusun Nyiur Moro, Kabupaten Karomun. Tidak hanya bersilaturahim, kedatangan Wagub juga guna meresmikan pemakaian nama jalan.

Nama jalan untuk Pusat Tahfidz Alquran secara resmi ditetapkan menggunakan nama mantan Gubernur Kepri almarhum HM Sani. Jalan HM Sani. Nama jalan tersebut, memang bentuk penghargaan atas jasa almarhum membangun cikal bakal keberadaan pusat Tahfidz Alquran.

”Sebagai keluarga sekaligus adik kandung, saya tentu sangat bangga atas penghormatan kepada almarhum,” jelas H Isdianto saat memberikan sambutan di Pusat Tahfidz Al Quran Dusun Nyiur Permai Moro Karimun, Kamis (29/11) petang.

H Isdianto menceritakan bagaimana keinginan almarhum yang begitu kuat kalau sudah menyangkut pembangunan pusat Alquran. Bahkan dia mengingat betul kata kata almarhum yang berujar, ”Kalaupun harus diperiksa malaikat karena saya bangun pusat Alquran saya sangat siap,” kata Isdianto soal cerita almarhum yang selalu diingatnya.

Isdianto juga berharap, dengan pemakaian nama Jalan HM Sani untuk Pusat Tajfidz Alquran, satu sisi akan memudahkan ingatan masyarakat kepada almarhum. Ini juga wujud kebanggaan dan rasa menghormati atas dedikasi dan perjuangan beliau selama ini.

Sementara itu Direktur Quran Centre dan juga Pusat Tahfidz Al Quran Mahadi Rahman mengucapkan banyak terimakasih atas kunjungan Wagub sekaligus menyempatkan bersilaturahim dengan masyarakat dan santriwan dan santriwati.

Atas nama para santri, dia menyampaikan banyak terimakasih atas telah dibangunnya penunjang fasilitas Quran Centre, yakni Gedung Guest House. Guest House nantinya bisa diperuntukkan bagi tamu yang datang ke sana. Para tamu nantinya tidak perlu menginap di Hotel Karimun, tapi cukup di guest house milik Quran Centre. Meski begitu, pihaknya juga berharap kepada pemerintah guna membantu penyelesaian pembangunan masjid Pusat Tahfidz Alquran yang masih belum juga siap.

Alhasil, para santri harus menggunakan musala untuk menunjang proses belajar mengajar santri. Dijelaskan Mahadi, Quran Center dalam waktu dekat akan mengirim qari ke Iran, mengikuti lomba MTQ tingkat internasional. Juga ada satu qari yang akan segera dikirim ke Toronto Kanada juga dalam rangka mengikuti perlombaan tilawah tingkat internasional.

”Mereka akan mengikuti sejumlah lomba, sekaligus mewakili Indonesia. Tentu kita patut bersyukur karena santri asal dusun Nyiur Permai bisa tampil mengikuti perlombaan tingkat internasional,” jelasnya. (mas/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here