Bentuk Tim Atasi Masalah Guru Honor

0
112
WAGUB Kepri H Isdianto dan TJA rapat dengan guru honor di Dompak, kemarin. f-istimewa/humas pemprov batam

DOMPAK – Ketua Komisi IV DPRD Kepri Teddy Jun Askara (TJA) meminta agar dibentuk tim kecil untuk mencari solusi persoalan yang dihadapi 2.627 guru honor SMA/SMK/SLB di Kepri.

Hal ini disampaikan TJA saat audiensi dengan beberapa perwakilan guru honor SMU sederajat di ruang kerja Wakil Gubernur di Dompak, Kamis (14/3). TJA sendiri ikut mendampingi Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto dalam audensi itu.

Pertemuan ini merupakan untuk menindaklanjuti keluhan para guru honor SMU sederajat di Kepri. Karena semenjak ada pelimpahan SMU dari kabupaten/kota ke provinsi, mereka merasa nasib statusnya menjadi tidak jelas.

Sebelumnya, para guru honor ini juga sudah pernah menyampaikan keluhannya kepada wakil gubernur, termasuk ke DPRD dan sebagainya.

Menurut Isdianto, audiensi yang dia lakukan dengan didampingi Komisi IV DPRD bersama perwakilan para guru honor adalah bentuk upaya Pemprov Kepri untuk mencari solusi atas setiap permasalahan masyarakat yang ada, termasuk permasalahan para guru honor.

Isdianto juga tidak ingin persoalan ini nantinya menjadi besar sehingga menimbulkan aksi massa yang seharusnya bisa dihindari. Seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Ini adalah follow up atas keluhan masyarakat. Para guru ini sebelumnya sudah pernah menyampaikan masalah mereka ke pemprov. Bahkan mereka juga sudah ke dewan.

”Makanya kita ingin masalah guru honor ini segera menemukan solusi. Setidaknya follow up awal ini akan melahirkan titik terang, langkah apa kira-kira yang harus kita lakukan dalam waktu dekat ini. Yang penting para guru honor ini tidak lagi merasa jika masalah mereka seperti dibiarkan oleh pemerintah,” kata Isdianto.

Isdianto juga setuju dengan usulan Teddy Jun Askara tentang pembentukan tim kecil untuk mem-follow up persoalan guru-guru honor yang ada di Kepri ini hingga ke tingkat pusat.

”Usulan Ketua Komisi IV untuk membentuk tim kecil sangat baik menurut saya. Termasuk nanti di dalamnya ada dari pihak BKD dan Dinas Pendidikan. Namun kita berharap para guru semua untuk lebih bersabar. Yakinlah, kita Pemprov Kepri akan berusaha semaksimal mungkin mencari solusi masalah ini. Dan saya yakin Gubernur juga memiliki niat yang sama, yakni masalah ini agar segera ada titik terangnya,” ujarnya.

Isdianto kembali mengimbau para guru honor yang ada agar lebih sabar lagi untuk menunggu adanya solusi untuk ini. Apalagi sekarang pihak BKPSDM dan Dinas Pendidikan Kepri sudah mulai melakukan pendataan atas guru-guru honor yang ada.

Selanjutnya, tim kecil yang akan segera dibentuk akan segera menggiringnya hingga ke pemerintah pusat, guna mencari formula hukumnya.

”Intinya bersabar dulu lah ya bapak dan ibu. Dan dengan ada pertemuan awal seperti ini, tujuannya agar tidak ada lagi aksi seperti yang sudah-sudah. Karena tentu kita semua tidak menginginkannya,” ujarnya.

Sementara itu, Teddy Jun Askara menyampaikan audiensi seperti ini penting karena para guru ini sebelumnya sudah ke DPRD Kepri mengeluhkan hal ini.

”Bersama saya, ini adalah pertemuan kedua. Para guru honor ini mengeluh seakan nasib para guru honor ini seperti dibiarkan tanpa ada solusi. Makanya, pada kesempatan ini kita tegaskan bahwa Pemerintah Kepri, baik eksekutif maupun legislatif sangat peduli dan akan segera mencari solusi. Makanya saya sarankan agar ada tim kecil yang bisa bergerak sampai ke pusat,” ujar Teddy.

Sementara itu salah seorang perwakilan dari guru honor yang hadir pada kesempatan ini mengatakan bahwa sekitar 2.627 guru honor yang mengajar di sekokah SMA sederajat di Kepri.

”Kalau Pak Teddy tadi mengatakan kami merasa seperti dibiarkan, memang iya kami merasakan itu pak. Namun dengan pertemuan ini, kami merasa lega. Kami hanya minta agar kita semua terdata di BKD dan punya status yang sama dengan PTT,” harap mereka. (mas/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here