Berani Ber-PTK Menuju Guru Profesional

0
1069
Dian Fadillah, S.Sos

Oleh: Dian Fadillah,S.Sos
Tourism Teacher SMKN 1 TANJUNGPINANG

Pendidikan merupakan suatu pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pendidikan itu dapat dilakukan melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Suatu Pendidikan dapat di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak melalui seorang Guru (bahasa Sanskerta: yang berarti guru, arti secara harfiahnya adalah “berat” (seorang pengajar suatu ilmu).

Dalam bahasa Indonesia, guru pada umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik dengan bukti fisik melakukan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Personal sebagai seorang yang super di bidangnya sudah tentu harus memiliki nilai-nilai kedinamisan keilmuan dan pengetahuan agar tidak tertinggal jauh dari anak didiknya.

Apakah itu tertinggal informasi teknologi ataupun segi keagamaannya. Seorang Guru harus update (mengikuti perkembangan), harus viral (mengetahui hot news) dan juga memiliki tingkat kualitas intelektual memadai sehingga dapat menciptakan inovasi untuk perkembangan pendidikan yang diharapkan dalam Tujuan instruksional umum dan Khusus.

Semakin berkembanganya dunia yang modern sehingga perlu kiranya melakukan pengkajian-pengkajian selama proses belajar mengajar secara empiris sehingga perkembangan anak didik akan dapat diikuti tanpa harus kehilangan apapun. Dalam hal kenaikan pangkat merupakan Suatu hal penting dalam proses pematangan dimana seorang guru diwajibkan menghasilkan sebuah PTK dan memang seorang Guru tidak telepas dari yang namanya PTK (sebutan ilmiah nya adalah “Penelitian Tindakan Kelas”) suatu penelitan yang dilakukan bermakna sebuah penelitian praktis untuk memperbaiki pembelajaran di kelas.

Baca Juga :  Kejahatan Seksual Menyerang Anak Melalui Dunia Maya

Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Mengapa perlu di-ngiang-ngiangkan demikian? Mengapa guru harus ber-PTK dan Mengapa harus melakukan PTK? PTK sebagai proses penelitian sistematis yang dilakukan guru ataupun orang lain dalam lingkungan pembelajaran untuk memperoleh informasi tentang bagaimana guru mengajar dan siswa belajar serta melakukan tindakan untuk memperbaikinya (Mills, 2000).

Dalam hal yang lain Schmuck (1997) mengemukakan bahwa PTK adalah proses penelitian yang sistematis dan terencana melalui tindakan perbaikan pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri bertujuan untuk memperbaiki kinerja guru sehingga kualitas pembelajaran menjadi lebih meningkat. Seorang guru sebagai seorang yang digugu dan di tiru untuk setiap tindakan dan prilakunya. Tidak ada yang terlepas dari sorotan semua anak muridnya tersayang sehingga diperlukan suatu tindakan di Kelas karena dengan beberapan alasan (Wardani, dkk., 2005).
1. Guru mempunyai otonomi untuk menilai sendiri kinerjanya.
2. Temuan berbagai hal pembelajaran yang dilakukan sering sulit diterapkan untuk memperbaiki pembelajaran.
3. Guru adalah orang yang paling akrab dan paling mengetahui kelasnya.
4. Interaksi guru-siswa berlangsung secara baik.
5. Keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan inovatif yang bersifat pengembangan mempersyaratkan guru untuk mampu melakukan PTK di kelasnya.

Baca Juga :  Menanti Akhir Cerita Pemilihan Cawagub Kepri

Manfaat PTK itus sendiri menurut Wardani, dkk., (2005) yaitu Membantu guru memperbaiki pembelajaran, Membantu guru berkembang secara profesional. Meningkatkan rasa percaya diri guru dan memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dengan melihat Keterbatasan sebuah penelitian dalam kesahihan atau validitasnya yang masih sering disangsikan, Tidak dapat melakukan generalisasi karena sampel sangat terbatas.

Peran guru yang sekaligus bertindak sebagai pengajar dan peneliti sering membuat guru menjadi sangat repot sehingga Keterbatasan itu hendaknya tidak menjadi penghalang untuk membuat dan menyelesaikannya tetapi justru menjadi tantangan untuk menemukan berbagai kiat dalam pendidikan itu sendiri termasuk untuk mengatasi keterbatasan seorang pendidik jangan sampai “tidak dapat melakukan generalisasi” dengan pemberian informasi yang komprehensif tentang kondisi subjek dan lokasi kelas yang diteliti, di samping berkolaborasi dengan guru lain atau teman sejawat menjadi seorang guru yang professional apalagi dengan menerima sertifikasi guru sebagai kepercayaaan kepada profesi guru yang terukur (setidaknya tidak perlu takut dengan makhluk yang namanya PTK).

Itu merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari agar lebih berkualitas dengan konsep pengentasan mutu demi untuk pembelajaran lebih baik untuk anak didiknya menjadi insan cendikia.

Baca Juga :  Batam, Turki-nya Indonesia

PTK bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan. Harus ada upaya untuk diselesaikan sesulit dan sesibuk apapun. Ibarat sebuah hasil bahwa seorang pendidik melakukan proses pendidikan secara up-dating dengan melihat perkembangan yang ada termasuk negative impact akibat berhadapannya dua pihak (murid selaku pihak penerima informasi dan guru sebagai pihak yang mentransfer informasi). Harapan utamanya untuk seorang pendidik yang mempuni harus memiliki inovasi dan kreasi sehingga setidak perlu diupayakan untuk penyelesaian sebuah karya dalam bentuk tindakan kelas ataupun guru melakukan perkembangan diri secara terus menerus agar dapat mengikuti Lomba Guru Berprestasi di tingkat Kota/Kabupaten/Provinsi/nasional.

Soerang pendidik harus memiliki karya dalam entuk hasil makalah, laporan, LKS, opini media atau pun buku dalam skala Nasional yang ber-ISBN agar dikenang dimasa yang akan datang oleh anak didiknya.

Seorang Guru merupakan figure pendidikan di garda depan dunia yang merupakan proses sepanjang hidup sebagaimana kata bijak ”Siapa ingin memiliki Mutiara harus ulet menahan nafas dan berani terjun menyelami Samudera yang sedalam-dalamnya” itu kata mutiara yang disampaikan oleh Proklamator Republik Indonesia Ir. Soekarno yang dikenal dengan sebutan Bunga Karno.

Ayo untuk semua pendidik … Berani ber-PTK menuju guru Professional. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here