Berapa Jumlah Warga Miskin?

0
294
Warga bergotong royong membangun rumah warga kurang mampu di Kampung Mekar Sari, Tanjungpinang beberapa waktu lalu. f-andri/tanjungpinang pos

MBS pemerintah tingkatan ekonomi amsyarakat, permudah investasi basuk agar mudah lapangan kerja. Tumbuhkan penghasilkan UKM agar bisa membuka lapangan kerja, murahkan harga komuniti pokok. Pemda harus mempublish peningkatan ekonomi dan jumlah orang miskin sebagai indikator sukses atau tidaknya kinerja pemerintah..
0853-5624-1091

TANGGAPAN:
Saat ini ada sekitar 125.362 orang warga yang masuk kategori miskin di Provinsi kepulauan Riau. Memang, harga sejumlah komoditi terutama golongan makanan yang makin mahal menjadi penyebab utama tingginya jumlah kemiskinan di Kepri. Adapun penduduk Kepri saat ini sekitar 2 juta jiwa.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, pada September 2018, jumlah penduduk miskin penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Kepri mencapai 125.362 orang. Ini berkurang 6.324 orang dibanding Maret 2018 sebanyak 131.686 orang.

Jika dibanding dengan September 2017, jumlah penduduk miskin di Kepri turun 3.064 orang

Pada periode Maret 2018-September 2018, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 736 orang dari 99.195 orang di Maret 2018 menjadi 98.459 orang di September 2018.

Sementara di daerah perdesaan juga mengalami penurunan sebanyak 5.577 orang atau dari 32.480 orang di Maret 2018 menjadi 26.903 orang di September 2018.

Sebagai informasi, selama periode Maret 2018-September 2018, garis kemiskinan naik sebesar 1,55 persen, yaitu dari Rp559.291 per kapita per bulan pada Maret 2018 menjadi Rp567.972 per kapita per bulan di bulan September 2018.

Sementara pada periode September 2017-September 2018, Garis Kemiskinan naik sebesar 5,96 persen, yaitu dari Rp536.027 per kapita per bulan pada September 2017 menjadi Rp567.972 per kapita per bulan pada September 2018.

Peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan, seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Beras yang memberi sumbangan sebesar 13,77 persen di perkotaan dan 19,64 persen di perdesaan. Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar ke dua terhadap GK (9,28 persen di perkotaan dan 16,86 persen di perdesaan).

Komoditi lainnya adalah telur ayam ras (3,49 persen di perkotaan dan 3,35 persen di perdesaan), kue basah (3,33 persen di perkotaan dan 2,99 persen di perdesaan), tongkol/tuna/cakalang (2,60 persen di perkotaan dan 1,62 di perdesaan), dan seterusnya.

Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.

Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.

Menurut Zulkipli, sumbangan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2018 tercatat sebesar 66,83 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan Maret 2018 yaitu sebesar 67,48 persen. (mas)

Zulkipli
Kepala BPS Kepri,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here