Beras, Gula, Kasur dan Hape Dikubur

0
536
DIKUBUR: Beras dan gula tangkapan BC Tanjungpinang dikubur di TPA Ganet, kemarin. f-raymon/tanjungpinang pos

Pemusnahan Barang Hasil Tangkapan Bea Cukai

Alat berat excavator diturunkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ganet untuk menggali lubang yang amat dalam, Selasa (7/2). Awalnya masyarakat mengira untuk tempat sampah. Rupanya tempat mengubur beras, gula pasir, kasur hingga ponsel.

Tanjungpinang – LUBANG dengan kedalaman sekitar 10 meter dan lebar 4×6 meter itu digali persis di ujung tebing TPA Ganet. Kemudian, satu unit lori berisi beras dan gula masuk ke lokasi.

Sopir pun dengan sigap langsung mengarahkan lori bagian belakang ke lubang itu lalu menurunkan muatan ke lubang tersebut.

Lori yang lain pun silih berganti memasuki lokasi itu dengan membawa muatan yang sama. Sesampainya di sana, muatan langsung diturunkan ke lubang penguburan tersebut.

Pemulung yang ada di sana hanya bisa melihat sembari berharap agar dibagikan saja ke mereka. Namun, beras dan gula pasir itu sudah hancur dan tidak layak konsumsi lagi. Sehingga dimusnahkan.

Tak hanya beras dan gula yang dimusnahkan di sana, namun ada juga kasur bekas termasuk ponsel merek Nokia.

Sebelum mengubur beras dan gula pasir itu, sudah dimusnahkan juga rokok dengan cara dibakar dan minuman keras serta minuman kaleng dengan cara dilindas pakai excavator.

Ini merupakan tangkapan Bea Cukai Tipe Madya Paban B Tanjungpinang selama tahun 20014-2016 di Pelabuhan Sribintan Pura (SBP) Tanjungpinang dan Pelabuhan Sribayintan Kijang, Bintan.

Kurun waktu tiga tahun itu, ribuan botol minuman keras (miras) dan jutaan batang rokok dari Malaysia dan Singapura yang ditangkap sudah dimusnahkan, kemarin siang.

Menggunakan alat berat, sekitar 1.033 botol miras berbagai jenis minuman botol seperti Black Label, Red Label, Vodka Gordon’s dan lainnya diratakan hingga hancur semua.

Sedangkan minuman kaleng yang dihancurkan seperti Guinness, Tiger, Carlberg. Totalnya 4.704 kaleng. Kemudian, dibakar juga sekitar 1.306.292 batang rokok.

Sebelum dimusnahkan, dilakukan dulu pencocokan terhadap fisik barang milik negara sesuai dengan daftar barang. Sebanyak 645 karung gula pasir, beras 400 karung, kasur bekas, baju bekas, handphone 100 unit dimusnahkan dengan cara ditimbun.

Pemusnahan ini guna menghilangkan wujud awal dan sifat hakiki barang tersebut sehingga tidak mempunyai nilai ekonomis lagi.

Barang yang dimusnahkan ini merupakan barang bawaan anak buah kapal (ABK) dan para penumpang kapal. Sanksi yang diberikan merupakan denda administrasi kepada orang yang membawa barang-barang ilegal tersebut.

Sebelumnya barang yang dimusnahkan itu disimpan di gudang tempat penimbunan Pabean. Saat hendak dimusnahkan, barang itu diangkut ke tempat lokasi pemusnahan pakai lori.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang, Duki Rusnadi mengatakan, ini merupakan barang cegahan dari tahun 2014-2016.

Barang-barang ini merupakan barang penindakan dari Bintan dan Tanjungpinang. Beras dan gula tidak dihibahkan dikarenakan barang sudah dalam keadaan rusak dan tidak mempunyai nilai ekonomis lagi.

Pemusnahan turut disaksikan sejumlah SKPD dan FKPD di Tanjungpinang ini dilakukan dengan cara dibakar, dihancurkan dan ditimbun.

Duki menambahkan, masih ada sejumlah barang cegahan lain yang masih dalam proses pemusnahan. Di antaranya ratusan handphone, kasur, pakaian, dan sejumlah peralatan elektronik.

”Umumnya barang yang dicegah ini diselundupkan dari negara tetangga Singapura dan Malaysia,” kata Duki.

Dia menegaskan tidak ada tersangka dalam pencegahan yang dikakukan.

”Saat pencegahan dilakukan tidak ditemukan pemiliknya. Umumnya dibawa melalui kapal feri,” tutupnya.

”Saat dilakukan penangkapan kondisinya sudah dalam keadaan rusak dikarenakan saat melakukan pengangkutan menggunakan pompong sehingga terkena air laut,” katanya.

Saat ini pihaknya melakukan penangkapan 400 karung bawang merah, 70 karung bawang putih dan 30 karung kentang yang saat ini masih dalam keadaan bagus dan bisa dihibahkan.
Duki menyebutkan, saat ini pihaknya masih menunggu surat dari pihak karantina untuk kelayakan barang tersebut. Barang ini akan dihibahkan kepada yayasan.

”Kali ini kita akan hibahkan kepada yayasan yang ada di Pulau Bintan seperti panti jompo dan panti asuhan,” ungkapnya.

Selain memusnahkan barang hasil cegahan (tangkapan, red), Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Tanjungpinang berencana menghibahkan sejumlah barang cegahan lainnya.

Barang hasil cegahan yang akan dihibahkan dimaksud berupa 400 karung bawang merah, 70 karung bawang putih dan 30 karung kentang. Barang hasil cegahan ini ditegaskan Kepala KPP Bea dan Cukai Tanjungpinang masih dalam kondisi baik.

”Kondisinya masih baik dan rencananya akan dihibahkan ke yayasan,” sebutnya.

Ia menyebut hibah akan dilakukan setelah keluarnya hasil pemeriksaan Balai Karantina mengenai kelayakannya. Diketahui sebelumnya BC Tanjungpinang pernah menghibahkan hasil cegahan berupa bawang merah ke masyarakat melalui Pemerintah Kota Tanjungpinang.

”Makanya untuk kali ini dihibahkan ke panti asuhan atau panti jompo yang ada di Pulau Bintan,” ujarnya.

Hadir saat pemusnahan itu dari Pemko Tanjungpinang, Polres Bintan, Polres Tanjungpinang, Kejari, Karantina, perwakilan Kodim 0135 Bintan dan lainnya.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here