Beras Natuna Kalah Saing

0
427
Tengku Fauzan Tambusai

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Natuna, Fauzan Tambusai menyatakan hingga saat ini beras produksi Natuna masih belum bisa bersaing dengan beras yang diimpor dari luar daerah.

NATUNA – Lemahnya daya saing ini terdapat pada sisi harga dan jumlah produksi beras di Natuna. Harga beras asli Natuna relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan harga beras yang datang dari luar daerah. Begitu juga jumlah produksinya masih kalah dengan jumlah beras yang diimpor.

”Ya, kita jujur mengakui kalau produksi beras asli Natuna masih kalah bersaing dengan beras dari luar karena hargnya lebih mahal, sudah begitu ketersediaannya juga masih sedikit,” kata Fauzan di Rumah Makan Doni Renaldo, Ranai, Sabtu (18/11).

Kondisi ini disebutnya tidak lepas dari keterbatasan gerakan pertanian di semua sektor yang meliputi sistem jaringan irigasi yang belum sepenuhnya terkoneksi ke kawasan pertanian warga dan lahan pertanian yang belum maksimal.

”Tapi titik terlemahnya berada di sektor SDM kita. Masih belum banyak masyarakat kita yang mau dan paham tatacara bercocok tanam padi,” jelasnya.

Hal yang sama juga diakuinya terjadi pada prasarana pendukung seperti pupuk dan obat-obatan pembasmi hama. Untuk pupuk, pemerintah telah mentargetkan pasokan pupuk sebanyak 300 ton pertahun, akan tetapi pada kenyataanya hanya terdapat 37 ton saja pertahun. Demikian juga dengan sarana pendukung lainnya.

”Terus belum juga kita berbicara alat pertanian. Petani kita masih menggunakan tatacara pertanian yang tradisional dan seadanya,” ungkapnya.

Namun begitu, Fauzan mengaku pemerintah dan masyarakat sudah mulai melakukan gerakan pertanian yang modern melalui berbagai jenis kegiatan.

Tahun ini pemerintah tengah menyiapkan berbagai sarana irigasi seperti bendungan, embung berikut jaringannya. Kemudian pemerintah juga secara perlahan menambah jumlah lahan sawah dan mengadakan sejumlah alat pertanian yang modern seperti traktor pertanian, healer penggilingan padi dan lain sebagainya.

”Bahkan kami sudah koordinasi dengan pihak pengelola Tol Laut agar kita bisa mengimpor pupuk dalam jumlah yang lebih besar dan harga yang lebih murah. Sehingga produksi beras Natuna bisa bersaing di pasaran,” harapnya.

Ia juga berharap kepada pihak provinsi bisa lebih memberikan perhatian kepada pertanian Natuna. Karena Natuna mempunyai potensi pengembangan yang cukup besar.

”Kita minta perhatian tersebut bukan hanya secara kuantitas saja, akan tetapi secara peningkatan kualitas juga diharapkan baik secara SDM dan lain sebagainya,” tutupnya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here