Beras Tak Layak Dikembalikan

0
364
BERAS tak layak konsumsi disimpan di Gudang Bulog Batam, belum lama ini. f-martua/tanjungpinang pos

Batam Makin Rawan Kekosongan Beras

Temuan beras sekitar 800 ton di gudang Bulog Batam yang dinilai tak layak konsumsi diakui sudah tidak ada lagi. Bulog Batam disebutkan sudah mengirim balik beras itu ke Bulog pusat.

BATAM – Pengiriman beras tak layak itu dikirim ke Bulog pusat setelah sebelumnya, Komisi II DPRD Batam melakukan sidak dan menemukan beras itu dan diminta tidak diedarkan karena dianggap tak layak.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Batam, Zarefriadi, Kamis (5/4) mengatakan, beras itu kini sudah di Jakarta. ”Sekarang tak ada lagi. Sudah ditarik Bulog pusat. Tidak tahu juga kapan ditarik. Tapi beras ditarik setelah muncul beritanya,” kata Zaref.

Sementara terkait dengan ketersediaan beras saat ini, diakui Batam butuh impor. Walau tidak disebutkan apakah kebutuhan itu terkait dengan penarikan beras 800 ton itu, namun pihaknya bersama Gubernur sudah menyurati Komisi VI DPR RI.

”Kita masih menunggu agenda dari DPR RI untuk membahas beras Batam. Kita rawan kekosongan beras. Jarak kita dengan daerah produksi sangat jauh,” jelas Zaref.

Diharapkan, dengan impor, cadangan beras Batam bisa aman dan harga stabil. Pemerintah pusat diharapkan dapat membantu kelancaran distribusi beras di Batam. ”Kalau beras impor yang masuk Jakarta lancar didistribusikan ke Batam, tidak masalah. Tapi kita harapkan, harga lebih murah juga,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya berharap dibuka keran impor langsung ke Batam agar beras lebih murah. Disebutkannya, dari komunikasi yang dilakukan dengan pemerintah pusat, beras Thailand dan Vietnam lebih murah. ”Kalau itu bisa didapat, masyarakat akan mendapatkan beras yang berkualitas dengan harga murah,” harapnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menilai lebih baik jika beras bermasalah itu dimusnahkan. Apa lagi jika beras itu tidak memenuhi standard untuk kesehatan. ”Tapi menurut saya, kalau beras sudah disimpan dua atau tiga tahun, berdebu dan lain sebagainya, dimusnahkan saja,” kata Amsakar.

Pernyataan itu disampaikan Amsakar setelah sebelumnya, Komisi II DPRD Batam yang melakukan sidak ke Bulog untuk melihat ketersediaan beras, menemukan 800 ton beras tak layak. Beras itu diakui Bulog, akan direproses atau diolah ulang sebelum disalurkan jadi beras murah.

Dimana, sebanyak 800 ton diakui merupakan beras berkualitas rendah yang akan direproses dan hanya 386 ton yang layak konsumsi. Namun DPRD menilai jika beras reproses merupakan beras tidak layak. Beras itu disimpan Bulog di gudang, sejak tahun 2016.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here