Berbalas Budilah Terhadap Lingkunganmu

0
749
Yosua Situmorang

Oleh: Yosua Situmorang
Jurusan: Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UMRAH

Ketika Anda sedang meminum air, menghirup oksigen (O2), serta menikmati keindahan alam, adakah alam menuntut rupiahmu sebagai kompensasi dari yang Anda nikmati? Lantas apakah yang Anda lakukan saat ini terhadap lingkungan sekitar Anda! Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, kita harus bersama-sama lebih menyadari akan pentingnya menjaga pelestarian lingkungan di Kota Tanjungpinang.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan kegiatan tahunan yang diperingati setiap tanggal 5 Juni untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya kelestarian lingkungan dalam kehidupan manusia. Hari lingkungan hidup sedunia memberikan ruang bagi seluruh penduduk bumi untuk menjadi bagian aksi global dalam memproteksi planet bumi ini, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan serta gaya hidup yang ramah lingkungan.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1972 untuk menandai pembukaan Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia yang berlangsung antara tanggal 5-16 Juni 1972 di Stockholm.
Mengingat pentingnya hari lingkungan hidup sedunia ini diharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat yang berada di Kota Tanjungpinang untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, Pemprov Kepri maupun pusat selalu mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan sekitar, karena hal ini sudah menjadi masalah global. Seharusnya, upaya menjadikan Tanjungpinang ramah lingkungan memerlukan kontribusi yang signifikan dari semua pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat itu sendiri. Sayangnya masih banyak pihak swasta yang belum mendukung program ramah lingkungan.

Baca Juga :  Qurban Mendidik Kita Menjadi Ikhlas

Nah, inilah yang menjadi salah satu problem kita bersama sebagaimana fungsi kita untuk menjaga pelestarian lingkungan di Kota Tanjungpinang yang terkenal dengan kota Gurindam Dua Belas ini. Kerap kita mendengar kalimat bahwa pemerintah jika tidak didukung masyarakat maka perkerjaan dan tugas mereka akan terasa sangat sulit, terutama dalam membersihkan kota ini terutama dari sampah-sampah.
Terkadang kita sulit untuk menghindari dari aksi saling menyalahkan, terutama dalam dalam penanganan pelestarian lingkungan. Ini disebabkan kurangnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Di sisi-sisi jalanan di Kota Tanjungpinang, sudah sangat jarang kita menemukan peringatan-peringatan “Jangan Buang Sampah Sembarangan” atau “Buanglah sampah pada tempatnya”. Mungkin sebagian ada tetapi tidak disebar ke berbagai lingkungan yang ada di sekitaran kota, hanya ada di tempat-tempat tertentu saja. Padahal, peringatan inilah yang sebetulnya mempunyai fungsi yang sangat luar biasa apabila kita praktikkan dan ini akan menunjukkan sebuah kerja nyata kita.

Namun, upaya ini kurang disadari oleh pemerintah untuk memperbanyak peringatan-peringtan seperti itu. Tetapi terkadang kita tidak bisa menyalahkan pemerintah saja. Masyarakatpun harus lebih menunjukkan aksi kerja nyatanya untuk mempraktikkan peringatan-peringatan yang sudah dibuat oleh pemerintah.

Baca Juga :  Jangan karena Ingin Trendy Membuat Kita Lupa Diri

Kita ambil salah satu contoh pada akhir-akhir ini di sekitar tempat tinggal kita sudah dibuatnya tempat sampah organik dan non-organik. Kegunaannya yaitu sebagai pemisah antara sampah yang mudah hancur dan sampah yang tidak dapat dihancurkan oleh waktu. Dengan pemisahan tersebut juga dapat dilakukan proses penimbunan dan daur ulang, hasilnya akan dapat lebih cepat dilakukan sehingga mengurangi biaya.

Nah, inilah yang terkadang membuat kita sangat kesal yaitu ketika tidak adanya kesadaran masyarakat di Kota Tanjungpinang, banyak orang-orang yang dengan mudahnya membuang sampah sembarangan. Padahal, tempat pembuangan sampah sudah disediakan. Banyak yang tidak tau malu dengan membuang sampah sembarangan. Dan, realita yang kita lihat adalah bagi pengguna kendaraan roda empat sering dengan entengnya membuang sampah dari kaca mobilnya ke tepi jalan.

Nah, hal ini baru dilihat dari sudut pandang masyarakatnya, belum lagi kita melihat dari sudut pandang pemerintah. Pemerintah harus bisa menerima kritikan dari saya selaku Mahasiswa dengan tidak konsistennya pemerintah terlebih kepada pihak yang terkait untuk memberikan sanksi kepada masyarakat yang melanggar peraturan tersebut.

Sesuai dengan Perda Persampahan, warga tidak boleh buang sampah sembarangan. Bila ketahuan membuang sampah sembarangan, sebagaimana yang tercantum dalam Perda Nomor 3 tahun 2015 tentang Persampahan, tepatnya di pasal 23 dibunyikan bahwasanya warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan harus membayar denda administrasi tiga kali biaya operasional atau sebanyak Rp 500 ribu.

Baca Juga :  Terima Kasih untuk Kesempatan Bagi Penyandang Disabilitas

Apabila pelanggar tersebut tidak juga membayarkan denda tersebut, maka bisa dikenai sanksi di pasal 57 dalam Perda serupa, yaitu dikenai sanksi pidana maksimal kurungan selama tiga bulan, dan denda sebesar Rp 50 juta. Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan, hal ini perlu dilakukan agar terciptanya kesadaran masyarakat untuk menjaga kota, karena kebersihan Kota Tanjungpinang merupakan tanggung jawab kita bersama. Tetapi, itu hanya terdapat di dalam peraturan saja tidak diimplementasikan oleh pihak-pihak terkait dan pemerintah kepada masyarakat, sehingga masyarakatpun menyepelekan peraturan tersebut.

Untuk itu, marilah kita memperbaiki perilaku kita yang kurang peduli terhadap lingkungan menjadi perilaku yang baru yaitu perilaku peduli atau sadar lingkungan. Kita tidak perlu saling menyalahkan. Evaluasi saja diri kita sendiri. Oleh Karena itu untuk peduli atau sadar lingkungan, hendaknya kembali kepada ajaran agama atau kepercayaan kita masing-masing, lakukanlah kebijakan bersama yang terbaik untuk dapat meningkatkan lagi kebersihan di Kota Tanjungpinang. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here