Berdayakan Kontraktor Lokal yang Profesional

0
95
KAJARI Natuna Juli Isnur Natuna bersama bersama tim TP4D ketika meninjau proyek pembangunan runway Bandara Letung. F-ISTIMEWA

ANAMBAS – Setelah meninjauan sejumlah proyek, ke depannya Tim Pengawalan Pengamanan Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D) dari pihak kejaksaan meminta proyek nilai dibawah Rp500 juta diberikan kepada kontraktor lokal yang profesional.

Juli Isnur selaku Kepala Kejaksaan Negeri Natuna, dan sekaligus penanggung jawab dari TP4D proyek-proyek yang dilaksanakan di Anambas meminta kepada pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Anambas agar dapat memberdayakan kontraktor lokal dalam melaksanakan kegiatan pembangunan.

Dengan nilai anggaran di bawah Rp500 juta, menurutnya, lebih baik kontraktor yang profesional. Ia menjelaskan, bukan berarti bermodalkan anak lokal bisa dengan mudah mendapatkan proyek.

Ia menegaskan, hal itu dilakukan harus melalui mekanisme dan prosedur tentang pelelangan proyek sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Ia juga berkeinginan, anak-anak daerah bisa bekerja di wilayahnya dan bisa bekerja sesuai dengan kemampuan dasar kerja.

”Saya harapkan lelang proyek atau sejenisnya nanti dengan nilai anggaran proyek dibawah Rp500 juta, dapat diprioritaskan anak daerah atau kontraktor lokal yang profesional dan memiliki kemampuan dasar kerja,” kata Juli Isnur, ketika peninjauan sejumlah proyek, kemarin.

Kali ini, penilaian progres kegiatan yang telah dilaksanakan oleh kontraktor sebagian sudah selesai 30 persen, 40 persen dan ada juga yang hampir 90 persen. Total proyek yang menjadi pendampingan TP4D tahun 2018 ada sekitar 70 paket.

”Peninjauan sekarang bagian dari 3 bulan kegiatan ditahun 2018 ini. Kegiatan yang sudah melaksanakan pekerjaan ada beragam prosesnya. Ada yang mencapai 30 persen, bahkan ada juga 40 persen. Selain itu juga ada yang 90 persen,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika ada persoalan proyek-proyek yang menjadi pendampingan oleh TP4D ia lebih menekankan untuk dilakukan komunikasi dan koordinasi antar pelaksana kegiatan, pengawas kegiatan dan TP4D.

Tapi jika ditemukan kecurangan dengan sengaja, maka pihaknya yang akan langsung menelusuri proyek-proyek tersebut dan dipastikan akan ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

”Terkadang tidak serta merta kesalahan dari kontraktor, ada juga kesalahan dari perencanaan kegiatan atau pengawas kegiatan dalam menghitung hasil pekerjaan, oleh sebab itu perlu di komunikasikan untuk mencari solusi yang terbaik, kecuali ada unsur kesengajaan membuat curang, jika ada kecurangan akan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelas dia. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here