Berdayakan Potensi Unggulan Desa

0
283
IBU-ibu rumah tangga yang ikut membantu membuat kue bilis Mak Tam di Desa Sungai Pinang. f-TENGKU/TANJUNGPINANG POS

Anggota DPRD Lingga Drs Norden meminta Pemkab Lingga untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat desa. Program ini dinilainya sangat penting dilakukan, yang tidak hanya bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat lebih dari itu juga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

LINGGA – ”Pemberdayaan yang dilakukan di sini adalah, memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing desa hingga menjadi komoditi unggulan,” kata Norden, Minggu (23/9).

Dia memberi contoh, Desa Bakong di Kecamatan Singkep Barat sejak dulu dijenal sebagai desa penghasil ikan teri atau bilis.

Namun, tidak pernah terlihat ada pemberdayaan yang dilakukan pemerintah daerah hingga hasil komoditas tersebut belum mengangkat kesejahteraan masyarakat.

”Justru yang diuntungkan adalah para penampung. Kalau pemerintah bisa memberdayakan dengan baik, tentu hasilnya bisa maksimal dinikmati masyarakat,” terangnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Lingga dengan berbagai keunggulan potensi yang dimiliki. Hingga saat ini, belum memberikan kontribusi yang maksimal untuk meningkatkan kesejahtetaan maayarakat. Berbagai potensi yang dimiliki tersebut selama ini, dinanfaatkan hanya untuk kepentingan memperkaya diri sendiri.

”Sagu juga merupakan potensi yang hingga saat ini belum tersentuh pemberdayaannya,” sebutnya.

Untuk memaksimakan pemanfaatan potensi yang dimiliki setiap desa di Lingga, Pemkab Lingga bisa melibatkan putra daerah yang memiliki kemampuan di masing-masing bidang sebagai tenaga penyuluh.

”BUMD atau BUMDes bisa digandeng untuk membantu pemasaran potensi tersebut,” terangnya.

Seperti halnya kue bilis tradisional, yang merupakan khas Kabupaten Lingga bikinan warga yakni Mak Tam. Dinamakan Kue Bilis, karena bahan dasar makanan ini memang terbuat dari ikan bilis atau ikan teri.

Sutan H Sulaiman dan Nur Hasanah adalah pasangan suami istri yang telah melakoni pembuatan kua bilis sejak tahun 2006 silam.

Kue Bilis Mak Tam, begitu nama kue bilis buatan Nur Hasanah yang lebih dikenal dengan sebutan Mak Tam.

”Alhamdulillah, setiap tahunnya peminat kue bilis terua meningkat. Kue bilis ini juga sampai di Bali,” sebutnya. (TENGKU)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here