Bergerak Cepat Ikuti Zaman

0
254
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun saat menyampaikan pesan-pesan dan berbagai motivasi di hadapan wisuda sarjana Stisipol Tanjungpinang, baru-baru ini. F-istimewa/humas pemprov kepri

Pesan Gubernur untuk Mahasiswa dan Sarjana di Kepri

Zaman berubah begitu cepat. Perkembangan dunia saat ini bagaikan arus deras. Harus diikuti. Karena itu, para sarjana terutama mahasiswa dan kawula muda di Kepri diminta ikut bergerak cepat mengikuti perkembangan tersebut.

TANJUNGPINANG – PESAN ini disampaikan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dalam setiap kesempatan bertemu dengan pelajar, mahasiswa dan wisuda sarjana-sarjana Kepri baik yang berada di daerah maupun di luar daerah.

Untuk para pelajar dan mahasiswa Kepri yang berada di luar daerah, gubernur tetap menekankan agar memanfaatkan waktunya untuk belajar keras, dengarkan nasihat orangtua serta tetap jaga nama baik Provinsi Kepri di perantauan.

Dalam berbagai kesempatan saat menjadi inspektur upacara di sekolah, gubernur juga selalu meninggalkan pesan agar menjauhi narkoba, dengar nasihat guru dan orangtua serta berusahalah meraih berbagai prestasi selagi masih muda.

Ua juga mengatakan, saat ini revolusi industri 4.0 sudah dimulai. Bukan akan dimulai. Ini tantangan besar yang harus dihadapi bersama dan kawula muda Kepri harus benar-benar bisa memahami dan mengikutinya.

Kepada orangtua dan sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) H Nurdin Basirun mengatakan, perkembangan zaman yang terus bergerak dengan cepat tidak akan menunggu kesiapan sebuah bangsa untuk berubah menjadi lebih baik.

Menjadi tugas para penerus bangsalah yakni generasi muda untuk segera bergerak mengeluarkan setiap kemampuan dan potensi yang dimiliki untuk menciptakan keberhasilan pembangunan itu.

Tidak ada lagi waktu untuk bersantai, segera bergerak untuk kemajuan. Membangun bangsa menuju perubahan yang lebih baik dengan mengerahkan setiap kemampuan yang ada.

Hal ini disampaikan Nurdin saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana XVIII Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang Tahun Akademik 2018/2019 di Hotel BBR, Jalan Pantai Impian, Tanjungpinang, belum lama ini.

Menurut Nurdin, untuk perubahan suatu daerah diperlukan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Meskipun didukung oleh berbagai fasilitas dan hal yang dibutuhkan lainnya, namun jika sumber daya manusianya tidak memiliki karakter yang baik maka pembangunan akan terasa sia-sia.

”Penguatan karakter SDM lah yang menjadi fokus kita untuk terus dibentuk dan dibangun sehingga setiap pembangunan yang kita lakukan lebih terasa manfaatnya,” lanjut Nurdin.

Kepada para wisudawan, Nurdin menekankan kelulusan merupakan pondasi awal bagi terciptanya lapangan kerja baru di tengah masyarakat.

Nurdin berharap meraka bukan sedekar mencari kerja. Dia juga ingin wisudawan tinggalkan mindset lama yang jika sudah lulus kuliah hanya ingin menjadi pegawai, namun menciptakan inovasi bagaimana tercipta lahan pekerjaan bagi masyarakat.

”Apapun tantangan dan hambatan yang ada di depan tidak melemahkan, pencapaian yang didapat tidak menjadikan diri jemawa, jiwa entrepreneur harus ditanamkan para generasi muda kita agar tidak hanya berguna bagi diri sendiri tetapi juga untuk seluruh masyarakat,” pesan Nurdin.

Sebanyak 179 orang diwisuda, setelah prosesi wisuda mereka berhak mendapatkan dan menggunakan gelar Sarjana Ilmu Administrasi Publik, Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Sosiologi yang merupakan program pembelajaran di STISIPOL.

Dalam kesempatan tersebut, Mardela Tika mewakili kesan dan pesan wisudawan mengatakan bahwa wisuda kali ini merupakan hal yang sangat berarti bagi para wisudawan, karna setelah menyelesaikan proses perkuliahan dengan mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat maka diharapkan dapat digunakan bagi perubahan bangsa.

”Tentu pesan ini ditujukan kepada para wisudawan dan masyarakat umum nya bahwa hasil jerih payah dan ilmu yang didapat haruslah segera di aplikasikan di tengah-tengah masyarakat, berdampak positif baik bagi perubahan di diri sendiri maupun untuk bangsa dan negara,” kata Mardela.

Budayawan Rida K Liamsi pada kesempatan itu mengatakan bahwa wisuda merupakan ritual penting yang menandakan terbukanya pintu gerbang bagi para pemuda untuk bersumbangsing bagi pembangunan. Membawa nama Raja Haji yang merupakan pahlawan bangsa bukan hal yang mudah.

”Maka semua ilmu yang telah didapat selama perkuliahan di kampus harus mampu dikembangkan dan bersama-sama membangun kekuatan agar dapat berperan dalam membangun daerah,” kata Rida K Liamsi.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here