Berkabut, Penerbangan Tetap Lancar

0
69
SESI jumpa pers oleh pihak Bandara Udara Ranai terkait kabut asap di Natuna terhadap aktivitas penerbangan. F-ISTIMEWA
Kepala Bandar Udara Ranai Suroso, menegaskan kabut asap yang melanda Kepulauan Natuna tidak mengganggu aktivitas penerbangan. Hingga saat ini, maskapai penerbangan yang melayani rute Natuna masih sesuai jadwal.

NATUNA – ”Pesawat Wings Air yang melayani perbangan rute Batam-Natuna dan sebaliknya. Sampai saat ini berjalan dengan lancar. Hanya saja maskapai lainnya, yakni Sriwijaya Air yang juga melayani rute Batam Natuna dan Natuna-Batam mengalami gangguan sehingga harus dibatalkan,” ujar Suroso, kepada media di terminal Bandara Ranai, Senin (21/4) kemarin.

Terpisah, Prakirawan BMKG Ranai, Asrul Asparudin menjelaskan, belakangan ini Kepuluan Natuna memang dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan disejumlah titik.

Bahkan, kabut tersebut tidak berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Lanud Raden Sadjad.

”Sejauh ini, kabut asap tidak berpengaruh pada aktivitas penerbangan.Sebab, pergerakan kabut asap dari arah timur laut ke arah barat daya atau keselatan,” jelas Asrul.

Weng, warga Kecamatan Bunguran Tengah mengatakan, saat ini kebakaran hutan terjadi dikawasan perbatasan antara desa Binjai dengan desa Harapan Jaya. Dilahan kering itu, sudah terjadi kebakaran sejak tiga hari lalu.

”Kalau malam hari terlihat jelas cahaya api di kawasan itu, dan sampai sekarang belum juga padam. Bahkan beberapa hari lalu, kabut asap cukup tebal khususnya pagi hari,”  paparnya.

Melalui pemberitan nasional, telah terdeteksi 41 titik api di kawasan Natuna.

Menyadari geografis Kabupaten Natuna yang terdiri dari kepulauan, maka Pemerintah Kabupaten Natuna mengutamakan pembangunan sistem konektivitas daerah.

Atau, keterbukaan akses orang dan barang yang mudah keluar masuk Natuna. Di bagian ini, Pemerintah Kabupaten Natuna telah dengan gencar membangun infrastruktur dan sarana perhubungan beberapa tahun belakangan ini.

Gerakan pembangunan tersebut, dilaksanakan secara maksimal dan optimal di semua sisi.

Tujuannya adalah, untuk membuka isolasi Natuna yang selama ini menjadi kendala paling utama bagi pembangunan dan kemajuan Natuna.

”Daerah kita memiliki kekayaan yang berlimpah ruah didarat dan di laut. Tapi selama daerah ini tidak terkoneksi dengan daerah dan negera lain, maka kekayaan itu tidak akan bisa memberikan nilai lebih terhadap Natuna. Kami ingin barang dan orang dapat dengan mudah keluar masuk Natuna,” kata Bupati Natuna, Hamid Rizal.

Dalam upaya mewujudkan keterbukaan akses terhadap orang dan barang ini, Pemkab Natuna melakukan berbagai langkah seperti koordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemprov Kepri dan stake holder non pemerintah. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here