Berkas Cawagub Dua Kali Tak Lengkap

0
768
Jumaga Nadeak

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sudah dua kali mengusulkan nama calon Wakil Gubernur (Cawagub) Kepri ke DPRD Kepri. Namun, dua kali pula tak lengkap.

DOMPAK – PEKAN lalu, gubernur sudah menyerahkan kembali berkas dua cawagub yakni berkas Isdianto selaku Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Pemprov Kepri serta Agus Wibowo, Wakil Ketua DPRD Bintan.

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak membenarkan berkasnya sudah diterima DPRD Kepri, pekan lalu. Bahkan, dewan sudah memeriksa berkas-berkas itu.

Namun, syaratnya tidak lengkap sesuai pasal 10 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah serta PKPU, tentang Syarat Pendaftaran Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur. Padahal, ini syarat mutlak.

Jumaga mengatakan, ada empat syarat mutlak yang tidak lengkap. Namun dia hanya membeberkan dua saja yakni, surat pengajuan kandidat mengundurkan diri diri dari jabatannya.

”Gubernur memang sudah mengajukan kembali dua nama calon wakil gubernur. Namun masih ada empat syarat yang kita nilai belum lengkap,” ujarnya, kemarin.

Dua dari empat syarat itu adalah terkait pengunduran diri Isdianto dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pengunduran diri dari DPRD Bintan serta rekomendasi dari DPP partai politik pengusung.

Baca Juga :  Kapal Mongolia Diamankan

”Sedangkan dua syarat utama lainnya tak bisa saya sebutkan di sini,” bebernya.

Menurut politisi PDIP itu, usulan yang disertai persyaratan administrasi cawagub itu diserahkan gubernur sekitar satu minggu lalu.

Ia tak pungkiri, bahwa dua cawagub tidak serius dalam melengkapi persyaratan maju sebagai Wagub Kepri yang dipilih melalui DPRD.

”Sekarang kita kembalikan lagi supaya dilengkapi,” tambahnya.

Lebih tegas, Jumaga menyampaikan, jika dipaksa menerima dan dibawa ke Banmus, secara spontan akan ditolak di Banmus, karena sudah melanggar aturan tentang pemilihan kepala daerah. Artinya Banmus berhak meminta agar kedua cawagub tidak dilanjutkan atau didiskualifikasi.

”Kalau sudah dua kali ini persyaratan tidak cukup, maka bisa merugikan calon wagub itu sendiri. Artinya dua nama itu diminta untuk dibatalkan,” tambahnya.

Oleh karena itu, kata Jumaga, karena persyaratan calon Wakil Gubernur tersebut sifatnya normatif dan tidak perlu dijabarkan, bukan merupakan kebijakan, maka harus diikuti sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca Juga :  Polri, Jaksa dan Mendagri Jadi Pengawas

Belum lama ini, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan, surat pengunduran diri Isdianto belum sampai ke mejanya.

Ia juga menegaskan, dirinya tidak ada niat untuk memperlambat proses pemilihan cawagub seperti yang dituduh kepadanya selama ini.

Bahkan ia mengaku merindukan adanya wakil gubernur.

”Saya ini hanya perantara. Kalau syaratnya dilengkapi, saya serahkan ke DPRD. Kenapa saya yang dibilang memperlambat,” katanya saat berbincang di Gedung Daerah, baru-baru ini.

Persoalan yang mendera kedua kandidat adalah, salah satu kandidat yakni Agus Wibowo belum mendapatkan surat rekomendasi pengurus pusat (DPP) lima partai pengusung HM Sani-H Nurdin Basirun (Sanur).

Adapun lima parpol yang mengusung Sani-Nurdin yakni Partai Demokrat, Nasdem, PPP, PKB, dan Partai Gerindra.

Saat ini, baru Isdianto yang mendapatkan rekomendasi dari parpol pengusung. Namun, dari lima parpol itu, Isdianto dipasangkan dengan kandidat lain.

Misalnya, dari Demokrat Isdianto-Agus Wibowo, dari NasDem (Isdianto-Rini (putri almarhum HM Sani), dari Gerindra (Isdianto-Fauji Bahar), PPP (Isdianto, Mustofa dan Fauji Bahar) dan PKB (Isdianto-Fauji Bahar).

Baca Juga :  Perketat Patroli di Selat Malaka-Singapura

Harusnya, lima partai politik ini mengeluerkan dua nama yang sama. Namun yang diserahkan gubernur ke DPRD adalah, nama Isdianto dan Fauji Bahar.

Jumaga mengatakan, sebagaimana saat dua nama diusung lima parpol saat Pilkada Gubernur 2015 lalu, yakni HM Sani dan Nurdin Basirun, maka kali ini nama yang diusung juga harus dua.

Karena itu, Jumaga mengatakan, urus dulu rekomendasi dari lima parpol pengusung Sanur. Sehingga pemilihan di DPRD Kepri nanti bisa aman.

Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan Sanur, Ahar Sulaiman mengatakan, lambannya proses pemilihan wagub bukan karena Nurdin Basirun, melainkan dua calon yang diusulkan tersebut belum memenuhi persyaratan.

”Pak gubernur sudah sampaikan ke tim pemenangan, bahwa masalah ini harus diluruskan. Jangan sampai masyarakat menuding, bahwa gubernur sengaja memperlambat. Padahal dua calon itu tidak memenuhi syarat yang diminta,” terangnya.(SUHARDI-MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here