Berkas Isdianto Lengkap, AW Tak Lapor

0
636
Isdianto

DOMPAK – Berkas persyaratan pencalonan Wakil Gubernur Kepri Isdianto dinyatakan sudah lengkap. Sedangkan Cawagub Agus Wibowo (AW) sama sekali belum melapor ke Tim Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur Kepri di DPRD Kepri di Dompak.

Ketua Panlih Wakil Gubernur Kepri sisa masa jabatan 2016-2021, Hotman Hutapea mengatakan, berdasarkan laporan staf Panlih, berkas Isdianto sudah dinyatakan lengkap. Namun Panlih masih menunggu kelengkapan berkas Cawagub Agus Wibowo.

Batas terakhir penyerahan berkas, Jumat (6/10) kemarin pukul 17.00. ”Kita berikan waktu tujuh hari kerja. Jadi hitungannya kita sampai kemarin sore,” kata Hotman Hutapea di Graha Kepri, kemarin.

Agus Wibowo tidak juga melengkapi berkasnya sesuai batas waktu pertama yang diberikan Panlih, maka pihaknya akan memberikan waktu tambahan satu minggu lagi untuk Agus Wibowo melengkapi berkas tersebut.

”Senin nanti kami rapat lagi. Nanti Panlih akan meminta kepada Sekretariat untuk menjelaskan kembali berkas apa saja yang harus dilengkapi Agus. Kita kasih satu minggu lagi hingga Selasa depan (17/10),” terang Hotman lagi.

Baca Juga :  120 Personel Ikut Safari Potmar

Jika Agus juga tidak melengkapi berkasnya untuk tahap kedua, maka Panlih akan mengembalikan berkas pencalonan Agus ini kepada partai politik (parpol) melalui Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

Tahapan ini, kata Hotman, sesuai dengan tata tertib (Tatib) Pemilihan Wakil Gubernur Kepri yang sudah ditetapkan Pansus Pemilihan Wakil Gubernur Kepri di DPRD Kepri.

Pemilihan Wagub ini rencananya dapat dilangsungkan tahun ini jika seluruh berkas pencalonan dilengkapi kedua kandidat. Salah satu yang sulit dilengkapi Agus Wibowo adalah rekomendasi/persetujuan dari parpol pengusung Sani-Nurdin (Sanur).

Ada lima parpol pengusung Sanur yakni Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Nasdem, PPP dan PKB. AW baru dapat rekomendasi dari Partai Demokat.

Rini dan Mustofa Widjaja pun mulai dipersiapkan PPP, PKB dan NasDem untuk menggantikan AW seandainya sampai batas waktu terakhir tidak melengkapi berkas pencalonannya.

Baca Juga :  CRRA Sambangi BP Tinjau Peluang Investasi

Terkait pemilihan Wakil Gubernur pengganti antarwaktu, diatur UU nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2014 tentang Ppemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota, menjadi UU.

Pada UU itu juga diamanatkan, ketentuan mengenai tata cara pengisian Gubernur, Bupati dan Wali Kota diatur dalam Peraturan Pemerintah.

Selain itu, pada pasal 176 UU itu, disebutkan jika dalam hal Wakil Gubernur, berhenti karena meninggal dunia, pengisian jabatan dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Provinsi, berdasarkan usulan dari Parpol atau gabungan Parpol pengusung.

Kemudian gabungan Parpol pengusung mengusulkan dua orang calon Wagub ke DPRD melalui Gubernur. Pasal itu juga diperjelas dalam penjelasan UU itu.

Dimana dalam penjelasan menyebutkan, yang dimaksud dengan gabungan Parpol pengusung mengusulkan dua, adalah calon Wagub yang diusulkan gabungan Parpol berjumlah dua orang.

Baca Juga :  Nurdin-Rudi Buka Fly Over

Selain UU itu, untuk dukungan parpol juga diatur UU Pilkada. Partai pengusung harus menandatangani dua nama, baru bisa dikirim ke gubernur. Selanjutnya gubernur menyerahkan dua nama ini ke DPRD Kepri. Gubernur bukan penentu dua nama yang diusulkan.

Gubernur tidak bisa menentukan nama. Gubernur hanya administrator dalam hal ini. Kalau hanya berita acara rapat partai pengusung, tidak bisa juga. Harus ada SK dari partai sebagai rekomendasi. Itu syarat formal.

Hal lain juga terkait dengan amanat UU nomor 10. Dimana, di UU itu ditegaskan sudah mengamanatkan, aturan lebih lanjut melalui PP. Jika tidak ada PP, diingatkan harus ada fatwa Mahkamah Agung (MA). (ais/mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here